Tasikmalaya — Memasuki usia yang kian matang, SMP Islamiyah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, meneguhkan komitmennya dalam dunia pendidikan melalui perayaan milad ke-65 yang berlangsung khidmat dan meriah. Mengusung tema “Istiqomah dalam Ilmu dan Amal, Berkhidmah untuk Umat”, rangkaian kegiatan digelar selama dua hari di kompleks Yayasan Pendidikan Islam Kaffah, Rabu–Kamis (1–2/04/2026).
Perayaan ini menjadi penanda perjalanan panjang lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak 1961 dalam mencetak generasi berakhlak dan berprestasi. Selama enam dekade lebih, SMP Islamiyah Ciawi konsisten memadukan pendidikan umum dan pesantren sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik.
Rangkaian milad diawali dengan tabligh akbar yang menghadirkan nuansa berbeda. Kegiatan ini memadukan syiar Islam dengan seni budaya Sunda melalui konsep Daway (Dakwah dan Wayang). Kolaborasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri, yang disambut antusias oleh warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Puncak perayaan di hari kedua diisi dengan refleksi dan doa bersama di masjid pesantren. Suasana khidmat terasa saat seluruh hadirin larut dalam munajat, memohon keberkahan bagi keberlangsungan lembaga. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi potong kue, pelepasan balon, sawer, pentas seni, hingga makan berjamaah yang mempererat kebersamaan.
Ketua panitia pelaksana, H. Buhori Muslim, menyampaikan bahwa milad ke-65 ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur atas eksistensi sekolah sebagai lembaga formal berbasis pesantren. Menurutnya, integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum menjadi ruh utama yang terus dijaga.
“Sebagai lembaga pendidikan, kami memikul tanggung jawab akademik, moral, sosial, sekaligus spiritual. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus berkhidmah bagi umat,” ujarnya.
Ia berharap, melalui peringatan ini SMP Islamiyah Ciawi semakin berkembang menjadi lembaga pendidikan unggul, kompetitif, dan penuh keberkahan.

Senada dengan itu, Kepala SMP Islamiyah Ciawi, H. Dede Syarif, menegaskan pentingnya menjaga identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren. Ia berharap sekolah mampu terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beradab dan berakhlak mulia.
“Semangat ngelmu, ngamal, ngajak harus terus hidup dalam diri setiap peserta didik, sehingga mereka mampu mengamalkan ilmu sekaligus mengajak kepada kebaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Kaffah, H. Daruttahqiq, mengapresiasi terselenggaranya milad ke-65 sebagai momentum refleksi bersama seluruh elemen pendidikan.
“Ini saatnya kita merenung, apa yang telah kita berikan untuk kemajuan sekolah ini. Semoga ruh pendidikan yang memadukan nilai keilmuan dan kepesantrenan terus terjaga,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari para alumni. Ketua Ikatan Alumni, Dayat, menyampaikan rasa bangga atas kontribusi SMP Islamiyah Ciawi yang telah melahirkan ribuan lulusan berkarakter. Ia berharap almamaternya terus eksis dan semakin maju di tengah dinamika zaman.
Kehadiran para alumni, termasuk mantan pengajar yang kini berkiprah di berbagai lembaga, turut menambah hangat suasana. Mereka memberikan doa dan apresiasi sebagai bentuk kecintaan terhadap institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.
Enam puluh lima tahun bukanlah perjalanan singkat. SMP Islamiyah Ciawi telah membuktikan konsistensinya dalam menghadirkan pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai keilmuan dan spiritualitas. Dengan optimisme dan dedikasi yang terus terjaga, lembaga ini diharapkan tetap menjadi pusat lahirnya generasi Islami yang tangguh, adaptif, dan berkontribusi bagi peradaban.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































