Kota Bima – Anggota Saka POM Kota Bima kembali menunjukkan perannya sebagai kader edukasi keamanan pangan dengan berpartisipasi dalam demonstrasi uji cepat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi “Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang dan Pangan Aman” yang diselenggarakan oleh Balai POM di Bima di Kelurahan Nitu, Kota Bima, pada Rabu (29/7/2026).
Demo uji cepat dilaksanakan bersama petugas Balai POM di Bima menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi keberadaan bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan anak usia di bawah dua tahun (baduta), serta remaja putri yang menjadi sasaran utama sosialisasi dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting.
Dalam demonstrasi tersebut, anggota Saka POM Kota Bima turut membantu menyiapkan sampel pangan, mendampingi petugas saat proses pengujian, serta memberikan penjelasan kepada peserta mengenai tujuan pelaksanaan uji cepat. Dengan keterlibatan langsung dalam setiap tahapan demonstrasi, para anggota memperoleh pengalaman praktis sekaligus memperkuat kapasitas mereka sebagai agen edukasi keamanan pangan di tengah masyarakat.

Proses pengujian menggunakan rapid test kit diperagakan secara langsung sehingga peserta dapat melihat cara mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya pada pangan. Petugas menjelaskan bahwa formalin dan boraks merupakan bahan kimia yang tidak diperbolehkan digunakan sebagai bahan tambahan pangan, sedangkan Rhodamin B dan Metanil Yellow merupakan pewarna sintetis untuk keperluan industri yang juga dilarang digunakan pada makanan karena dapat membahayakan kesehatan.
Selain memperlihatkan cara penggunaan alat uji, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri pangan yang patut diwaspadai, seperti warna yang terlalu mencolok, tekstur yang tidak wajar, serta daya simpan yang terlalu lama tanpa perlakuan pengawetan yang sesuai. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjadi konsumen yang lebih teliti dalam memilih pangan yang aman untuk keluarga.
Keikutsertaan anggota Saka POM Kota Bima dalam demonstrasi ini menjadi bagian dari implementasi pembinaan kepramukaan yang menekankan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai keamanan pangan, mereka juga didorong untuk mampu menyampaikan informasi tersebut kepada lingkungan sekitar sehingga manfaat edukasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Suasana demonstrasi berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias memperhatikan perubahan warna pada alat uji dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai keamanan pangan yang sering dikonsumsi sehari-hari. Anggota Saka POM Kota Bima turut mendampingi peserta selama sesi berlangsung dan membantu memberikan penjelasan sederhana berdasarkan materi yang telah mereka pelajari.
Kegiatan ini juga memperkuat peran generasi muda sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan literasi keamanan pangan. Melalui keterlibatan aktif anggota Saka POM Kota Bima, pesan mengenai bahaya penyalahgunaan formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow dapat disampaikan dengan lebih dekat kepada masyarakat. Pendekatan edukatif yang melibatkan generasi muda diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih dan mengonsumsi pangan.
Melalui kegiatan tersebut, anggota Saka POM Kota Bima tidak hanya berperan sebagai edukator, tetapi juga menjadi pelopor yang mengajak masyarakat memahami pentingnya keamanan pangan sebagai salah satu faktor pendukung kesehatan. Sinergi antara Balai POM di Bima dan Saka POM Kota Bima diharapkan terus memperkuat budaya konsumsi pangan yang aman, bergizi, dan bermutu, sehingga masyarakat semakin terlindungi dari risiko pangan yang mengandung bahan berbahaya serta mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































