Pembangunan Tugu Pesut Samarinda merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat identitas kota dan menarik perhatian masyarakat. Tugu ini menampilkan Pesut Mahakam yang menjadi simbol khas Samarinda serta memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat. Selain memperindah tampilan kota, keberadaan tugu tersebut juga diharapkan dapat memperkuat citra Samarinda dan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Namun, setelah diketahui bahwa anggaran pembangunan tugu mencapai sekitar 1,2 miliar rupiah, muncul berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak menilai bahwa tugu tersebut dapat menjadi kebanggaan baru sekaligus investasi jangka panjang untuk mempercantik kota Samarinda.
Disisi lain, terdapat pula masyarakat yang mempertanyakan penggunaan anggaran yang cukup besar, terutama ketika masih banyak kebutuhan lain yang dianggap lebih mendesak, seperti perbaikan jalan, fasilitas umum, dan pelayanan masyarakat. Perbedaan pendapat tersebut kemudian memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan tidak selalu mendapat tanggapan yang sama dari publik. Oleh karena itu, pembangunan Tugu Pesut Samarinda tidak hanya menjadi simbol kebanggaan kota, tetapi juga menjadi bahan diskusi publik mengenai prioritas pembangunan dan penggunaan anggaran daerah.
Apakah manfaat yang diberikan sebanding dengan biaya yang dialokasikan?
Sebagai Mahasiswa, saya menilai bahwa anggaran sebesar 1,2 miliar rupiah untuk pembangunan Tugu Pesut Samarinda perlu dipertimbangkan secara matang, terutama dengan melihat manfaat dan prioritas pembangunan daerah. Di satu sisi, pembangunan tugu tersebut dapat menjadi simbol identitas kota sekaligus memperindah tampilan Samarinda. Dalam jangka panjang, keberadaan ikon daerah juga dapat memperkuat citra kota serta menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan. Namun, penggunaan anggaran yang cukup besar juga menimbulkan pertanyaan mengenai kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
Masih terdapat berbagai permasalahan yang perlu diperhatikan, seperti kondisi infrastruktur jalan, penanganan banjir, serta peningkatan fasilitas umum dan pelayanan publik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat lebih membutuhkan pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan dan kenyamanan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, pembangunan Tugu Pesut Samarinda sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika dan simbolis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan prioritas masyarakat. Dengan demikian, penggunaan anggaran daerah dapat memberikan manfaat yang lebih optimal dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Skala Prioritas
Dalam menentukan kebijakan pembangunan daerah, pemerintah seharusnya menetapkan skala prioritas yang berfokus pada kebutuhan utama masyarakat. Pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti perbaikan infrastruktur jalan, penanganan banjir, penyediaan air bersih, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan perlu menjadi perhatian utama karena memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain itu, pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan pelayanan publik juga penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tiara Assyifa Cahyani – Mahasiswa Universitas Mulawarman
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































