KEPULAUAN YAPEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 29 Universitas Cenderawasih memaparkan 17 program kerja yang akan dilaksanakan di Kampung Pasir Hitam, Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Pemaparan program kerja tersebut dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan KKN Tematik Universitas Cenderawasih 2026.
Pemaparan program kerja berlangsung di Ruang Rapat Kampung Pasir Hitam dan dihadiri Kepala Kampung Marthen Luther Worumi, aparat kampung, para tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Tematik Kelompok 29. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus mendiskusikan rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan bersama masyarakat selama masa KKN.
Kelompok 29 beranggotakan 21 mahasiswa, terdiri atas 9 laki-laki dan 12 perempuan yang berasal dari 5 fakultas di Universitas Cenderawasih, yakni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Kegiatan KKN berlangsung sejak 21 Juli 2026 hingga 22 Agustus 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Juliani Wairata, S.Pd., M.T.
Ketua KKN Tematik Kelompok 29, Rezza Debby Kurniawan, dalam pertemuan tersebut mempresentasikan rancangan program kerja yang disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan pemerintah Kampung Pasir Hitam. Program-program tersebut juga diselaraskan dengan tema KKN Tematik Universitas Cenderawasih, yakni “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kepulauan Yapen”.
Sebanyak 17 program kerja disiapkan, terdiri atas 12 program utama dan 5 program pendukung. Program utama meliputi penyusunan Buku Profil Kampung, digitalisasi UMKM melalui Google Maps, implementasi pembayaran digital UMKM melalui QRIS, penyusunan Peraturan Kampung, penyusunan Struktur Organisasi Pemerintah Kampung, serta penyusunan Peta Administrasi, Peta Potensi, dan Peta Rawan Bencana Kampung.
Program utama lainnya meliputi pemasangan papan batas wilayah RT/RW, pembuatan papan nama Balai Kampung, pembangunan tugu batas kampung, serta pembangunan Tugu Pancasila HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sementara itu, 5 program pendukung meliputi produksi video profil kampung/dokumenter, Gerakan Kampung Bebas Sampah, pembuatan photo booth HUT ke-81 Republik Indonesia, penyelenggaraan lomba anak dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, serta senam sehat dan jalan santai. Dalam sesi diskusi, masyarakat Kampung Pasir Hitam memberikan respons positif dan mengapresiasi rancangan program yang disampaikan mahasiswa. Masyarakat berharap seluruh program yang direncanakan dapat direalisasikan dengan baik meskipun waktu pelaksanaan KKN relatif singkat.
Kepala Kampung Pasir Hitam, Marthen Luther Worumi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa Universitas Cenderawasih sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat dalam mendukung pelaksanaan program kerja mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting karena hasil dari sejumlah program tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh kampung.
“Terima kasih atas kehadiran mahasiswa sekalian di Kampung Pasir Hitam dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata. Besar harapan saya agar masyarakat ikut serta berpartisipasi dalam mendukung program kerja mahasiswa, sebab nantinya kita akan mendapatkan manfaat dari hasil program kerja yang mereka jalankan. Salah satu yang menjadi fokus kita adalah penyusunan berkaitan dengan administrasi kampung, terutama Buku Profil Kampung,” ujar Marthen.
Perhatian terhadap penyusunan Buku Profil Kampung menjadi salah satu bagian penting dalam pertemuan tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah kampung dalam menghimpun dan menyajikan informasi mengenai kondisi serta potensi Kampung Pasir Hitam secara lebih terstruktur.
Rezza mengatakan, pelaksanaan program tidak hanya diarahkan untuk memenuhi agenda mahasiswa selama berada di lokasi KKN, tetapi juga diharapkan menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah kampung setelah kegiatan KKN berakhir.
“Program kerja yang kami susun diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan pemerintah Kampung Pasir Hitam serta disesuaikan dengan tema KKN Tematik Univer sitas Cenderawasih 2026. Kami berharap program-program ini tidak hanya selesai sebagai kegiatan mahasiswa selama KKN, tetapi dapat memberikan hasil yang bermanfaat dan dapat digunakan masyarakat maupun pemerintah kampung setelah masa KKN berakhir,” ujar Rezza.

Melalui pemaparan dan diskusi bersama tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 29 berharap pelaksanaan 17 program kerja dapat memperoleh dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kampung, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci agar program yang telah dirancang dapat diselesaikan selama periode KKN serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi Kampung Pasir Hitam.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































