Surabaya, 12 Desember 2025 — Sejumlah mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengadakan kegiatan edukasi yang bertajuk “Lawan Hoaks, Jaga Etika, Tegakkan Kebenaran” di SDN 2 Waru, dengan peserta didik utama siswa kelas 5 pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai etika digital, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati dalam penggunaan teknologi sejak dinia agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain dalam aktivitas digital sehari-hari.
Kegiatan yang dari pukul 08.30 hingga 09.00 WIB ini dirancang sebagai upaya menanamkan nilai etika digital dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi pada siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur menghadirkan proses belajar yang menyenangkan dan mengesankan oleh para siswa.
Ketua pelaksana, Kak Zakariyyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini ialah bentuk aksi nyata mahasiswa dalam membangun sikap etika digital sejak dini. Kegiatan ini juga dirancang agar siswa tidak hanya mengenal internet sebagai sarana hiburan, tetapi juga memahami dampak dari perilaku digital. Kami berharap siswa mampu menggunakan gawai dan media digital secara bijak dalam kehidupan sehari hari melalui edukasi yang interaktif ini.
Alur Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan dan pre test awal. Pada tahap ini, mahasiswa membangun kedekatan dengan siswa agar suasana belajar terasa nyaman dan menyenangkan. Pre test digunakan untuk mengetahui kebiasaan siswa dalam menggunakan gawai dan internet. Bentuk pre test yang diterapkan adalah interaksi langsung antara siswa dan mahasiswa. Hasil dari sesi ini membantu mahasiswa memahami tingkat literasi digital siswa sebelum materi diberikan.
Tahap berikutnya berfokus pada pengenalan pola penggunaan aplikasi digital melalui permainan interaktif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi siswa sekaligus melatih kemampuan mereka mengenali fungsi dan risiko dari aplikasi yang sering digunakan. Melalui permainan “setuju dan tidak setuju”, mahasiswa mengajak siswa berani menyampaikan pendapat serta mulai membedakan perilaku yang tepat dan tidak tepat di ruang lingkup digital.
Sebagai bentuk penghargaan, mahasiswa membagikan hadiah sederhana kepada siswa yang aktif dan berani berpartisipasi dalam permainan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, seluruh peserta juga menerima snack pada saat setelah kegiatan selesai sebagai apresiasi atas semangat dan antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan. Pemberian ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk terus semangat belajar serta menerapkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari hari.
Setelah siswa terlibat aktif, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti tentang etika digital dan post truth. Materi dirancang untuk membentuk kesadaran siswa agar berpikir sebelum mengetik, menjaga data diri, dan tidak mudah percaya pada informasi yang viral. Penyampaian dilakukan secara langsung dan kontekstual agar siswa mampu mengaitkan materi dengan pengalaman sehari hari mereka saat menggunakan internet.
Kegiatan kemudian diperkuat melalui sesi tanya jawab. Sesi ini berfungsi untuk mengukur pemahaman siswa secara lisan dan memberikan ruang bagi mereka untuk mengklarifikasi hal yang belum dipahami. Mahasiswa juga menggunakan sesi ini untuk menegaskan kembali pesan utama tentang tanggung jawab dan sikap saling menghormati di dunia digital.
Untuk menjaga suasana tetap hidup, kegiatan diselingi dengan sesi ice breaking agar siswa tidak merasa jenuh. Siswa-Siswi diajak melakukan ice breaking sederhana untuk memulihkan konsentrasi dan menciptakan suasana kelas yang hangat dan dinamis.
Sebagai penutup, mahasiswa melaksanakan post test untuk mengetahui perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil post test menjadi indikator keberhasilan kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan. Kegiatan diakhiri dengan pemberian motivasi agar siswa mampu menerapkan etika digital secara konsisten dalam kehidupan sehari hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Hasil Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan edukasi etika digital memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, siswa SDN 2 Waru menunjukkan peningkatan kesadaran dalam menggunakan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Hal ini terlihat dari respons siswa saat sesi tanya jawab dan post test, di mana mereka mampu mengenali perilaku yang sopan di ruang digital serta memahami pentingnya berpikir sebelum mengetik.
Siswa juga mulai memahami bahwa tidak semua informasi yang beredar di internet dapat dipercaya. Mereka mampu mengidentifikasi perlunya mengecek informasi dan bertanya kepada orang dewasa ketika menemukan konten yang meragukan. Selain itu, pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi seperti alamat dan nomor telepon semakin terlihat dari jawaban dan sikap siswa selama kegiatan berlangsung.
Secara keseluruhan, kegiatan ini membantu membentuk sikap siswa agar lebih berhati hati, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa edukasi etika digital sejak usia sekolah dasar berperan penting dalam mendukung pembentukan karakter siswa di tengah perkembangan teknologi.
Penutup
Kegiatan edukasi etika digital ini diharapkan mampu memberikan pemahaman awal kepada siswa SDN 2 Waru mengenai pentingnya bersikap sopan, bertanggung jawab, dan bijak dalam menggunakan teknologi digital. Materi yang disampaikan secara interaktif diharapkan dapat diterapkan siswa dalam aktivitas sehari hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur turut berperan aktif dalam mendukung pembentukan karakter siswa sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi wujud keterlibatan mahasiswa dalam dunia pendidikan melalui aksi nyata yang relevan dengan kebutuhan perkembangan teknologi saat ini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































