Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Miftahulhuda Al Musri, Cianjur. Salah satu santri terbaiknya, Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad, berhasil lolos seleksi untuk mengikuti International Conference Santri Mendunia 2025, yang akan diselenggarakan di tiga negara ASEAN: Malaysia, Singapura, dan Thailand, pada 6 Oktober mendatang.
Luthfi, yang juga aktif sebagai pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Cianjur, dikenal sebagai sosok santri yang konsisten dalam aktivitas organisasi dan sosial keagamaan, baik di lingkungan pesantren maupun di tingkat kabupaten. Keberhasilannya menembus forum internasional ini menjadi bukti nyata bahwa santri tidak hanya mampu bersaing di level lokal dan nasional, tetapi juga mampu tampil percaya diri di panggung global.
International Conference Santri Mendunia merupakan forum internasional yang mempertemukan para santri dan pelajar Islam dari berbagai negara untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperkuat jejaring dalam kerangka Islam moderat, perdamaian dunia, dan kontribusi santri terhadap pembangunan global. Kegiatan ini akan berlangsung selama beberapa hari, mencakup kunjungan dan forum diskusi di tiga negara ASEAN.
Menurut Luthfi, proses seleksi menuju konferensi ini berlangsung ketat dan kompetitif. Para peserta diwajibkan mengirimkan esai ilmiah, mengikuti sesi wawancara daring, serta menunjukkan rekam jejak keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi.
“Alhamdulillah, ini adalah kesempatan luar biasa untuk belajar, berbagi, dan membawa nama baik pesantren serta daerah kami, Cianjur, ke kancah internasional. Semoga saya dapat memberikan kontribusi positif, sekaligus membuka jalan bagi santri-santri lain agar lebih percaya diri menembus dunia global,” ujar Luthfi saat ditemui di lingkungan pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahulhuda Al Musri, KH. Mamal Mali Mutadlo, Lc., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh santri agar terus berprestasi dan berani bermimpi besar.
“Santri harus mampu berdiri sejajar dengan siapa pun, termasuk dalam forum-forum internasional. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa pendidikan pesantren mampu mencetak generasi unggul yang siap berkiprah di mana saja,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua PC IPNU Cianjur, M. Fajar Maulana, yang menilai keikutsertaan kader IPNU dalam ajang ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan santri di era global.
Dengan keikutsertaan Luthfi dalam International Conference Santri Mendunia, diharapkan ia mampu mengemban misi diplomasi kultural membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, semangat kebangsaan, serta peran strategis santri sebagai agen perubahan dalam dinamika global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































