Surabaya, 11 Agustus 2025 — Dengan membawa semangat kolaborasi dan pengabdian lintas daerah, tim PCD Sustainable Development 2 resmi diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Senin pagi (11/8).
Program ini merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah desa. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang dan institusi, mulai dari mahasiswa, dokter, konten kreator, hingga profesional muda, yang bersatu dalam satu misi: memberdayakan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal.
Peserta program berasal dari berbagai institusi ternama, di antaranya:
UIN Sunan Ampel Surabaya,
Universitas Gadjah Mada,
STAI Al Musaddadiyah Garut,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya,
UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
STEBI Badri Mashduqi,
Universitas Mulawarman Samarinda,
UPN Veteran Yogyakarta,
PT OMO Prestasi Indonesia,
Poltekkes Kemenkes Denpasar,
MTs Shirothol Mustaqim NW Montong Lilit,
Amanah Tahfidz Homeschooling.
Desa Sukarara, yang dikenal sebagai salah satu sentra tenun tradisional di Lombok, dipilih sebagai lokasi program karena potensi budaya, ekonomi, dan sosial yang besar. Para peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti edukasi lingkungan, pelatihan literasi digital, pengembangan UMKM, penguatan identitas budaya lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan.
CEO PC Development, Hisyam Muhammad Jahid, menyampaikan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga awal dari proses para generasi muda untuk belajar bersama membangun negeri dalam rangka menghormati dan menjunjung sang Merah Putih sebagai pusaka dan lambang ideologi bangsa.
“Untuk Sustainable Development 2 ini, kami bergerak ke wilayah Tenggara Indonesia lebih tepatnya Desa Sukarara Lombok Tengah. Kami ingin merajut harapan dan belajar Bersama membangun negeri ini. Indonesia ini kaya, dan kemajuan yang ada Adalah hasil keringat para pejuang, yang tentu tidak kami lupakan. Kami membawa bendera PCD, namun tetap menghormati dan menjunjung sang Merah Putih sebagai pusaka dan lambang ideologi bangsa. Kebetulan kegiatan ini juga bertepatan dengan HUT RI ke-80, jadi semangatnya semakin terasa. Maka dari itu, melalui program ini, kami ingin mempersembahkan ilmu dan bakti kami untuk indonesia,” ujarnya.
Suasana di Pelabuhan Tanjung Perak pagi itu dipenuhi rasa antusias dan harapan. Para peserta membawa perlengkapan, semangat, serta niat tulus untuk berkontribusi langsung di lapangan. Keberangkatan ini menjadi simbol bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga ruang kontribusi nyata bagi pemuda dari seluruh penjuru negeri.
Program ini dijadwalkan berlangsung selama 9 hari dan akan ditutup dengan evaluasi serta publikasi hasil pengabdian. Diharapkan, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus terlibat dalam gerakan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































