Kirim Press Release
Contact Us
  • Login
  • Register
Siaran Berita
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti dan Infrastruktur
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
Siaran Berita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti dan Infrastruktur
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Siaran Berita
No Result
View All Result
Home Opini

Refleksi Kritis: Ironi Rendahnya Gaji Pendidik dan Merosotnya Peran Negara dalam Pendidikan Tinggi

yohanessoares21385 by yohanessoares21385
11 August 2025
in Opini
A A
0
Indonesia Gelap
854
SHARES
1.2k
VIEWS
Ada apa 1080 x 2787

Refleksi Kritis: Ironi Rendahnya Gaji Pendidik dan Merosotnya Peran Negara dalam Pendidikan Tinggi

Di balik setiap gelar sarjana, master, atau doktor yang kita banggakan, ada figur pendidik yang tak pernah berhenti bekerja bahkan setelah bel kuliah selesai. Dosen dan pengajar perguruan tinggi memikul beban ganda: sebagai penyampai ilmu sekaligus penuntun moral, peneliti, penulis, pembimbing, pengelola administrasi akademik, dan sering kali juga sebagai “orang tua” bagi mahasiswa perantauan. Beban ini tak tertulis di kontrak kerja, tetapi melekat dalam setiap interaksi mereka.

Namun, penghargaan yang diberikan negara kepada mereka kerap memalukan. Gaji pokok banyak dosen muda bahkan lebih rendah dari pendapatan sektor informal yang tidak menuntut pendidikan bertahun-tahun. Tunjangan kinerja yang dijanjikan kerap tersendat, insentif penelitian jauh dari cukup, dan peluang peningkatan kesejahteraan bergantung pada proyek-proyek luar yang sifatnya sporadis. Di titik inilah, profesi yang seharusnya menjadi puncak kehormatan justru sering dipandang sebagai jalan sunyi yang penuh pengorbanan tanpa jaminan kelayakan hidup.

Beban Tanggung Jawab yang Tak Seimbang

Pendidik di perguruan tinggi tidak sekadar membaca materi di depan kelas. Mereka diminta melahirkan penelitian berkualitas, publikasi internasional, inovasi teknologi, sekaligus menjaga kualitas lulusan yang mampu bersaing di pasar global. Ironinya, output yang diharapkan adalah “kelas dunia”, sementara input yang mereka terima berupa gaji dan fasilitas sering kali kelas bawah. Ketidakseimbangan ini menggerus motivasi, memicu kelelahan mental (burnout), dan secara perlahan menurunkan kualitas pendidikan.

Baca Juga

gnzvfwuniedm6dm

Work-Life Balance ala Gen Z: Antara Karier, Kreativitas, dan Healing

28 August 2025
large ambivalensi emosional dalam hubungan romantis ItXTQORhZg

Pacaran Sehat: Menjalin Cinta Tanpa Kehilangan Diri

27 August 2025
Demo 25 Agustus

Demo 25 Agustus: Potret Krisis Kepercayaan Publik dan Ujian Demokrasi

27 August 2025
unboxing

Fenomena Unboxing: Antara Kepuasan Psikologis dan Konsumtif Semata

26 August 2025

Merosotnya Peran Negara

Konstitusi menempatkan pendidikan sebagai hak fundamental dan kewajiban negara. Namun realitas kebijakan menunjukkan pergeseran: pendidikan tinggi semakin dipandang sebagai investasi pribadi, bukan tanggung jawab publik. Biaya kuliah terus naik, subsidi dipangkas, dan tenaga pendidik sering terjebak dalam status kontrak yang tidak menentu. Sementara itu, anggaran pendidikan yang besar sering tersedot untuk program birokratis atau infrastruktur yang tak langsung menyentuh kesejahteraan tenaga pengajar.

Lebih memprihatinkan, narasi “efisiensi anggaran” kerap dijadikan tameng untuk menghindari perbaikan struktural gaji dosen. Padahal, negara yang mengabaikan kesejahteraan pendidik sedang membangun pondasi rapuh bagi masa depannya sendiri.

Risiko Jangka Panjang

Ketika gaji tak mencukupi, pendidik terpaksa mencari penghasilan tambahan, mengajar di banyak kampus, mengambil proyek non-akademik, atau bahkan beralih ke profesi lain. Fokus mereka pada riset dan bimbingan mahasiswa pun terkikis. Dalam jangka panjang, kita berisiko kehilangan generasi pendidik berkualitas. Talenta muda dengan potensi besar memilih jalur karier lain yang lebih menjanjikan, meninggalkan dunia akademik dalam kekosongan regenerasi.

Kita akan menghadapi universitas-universitas yang megah secara fisik, namun miskin isi, dengan dosen yang hadir sekadarnya dan penelitian yang minim kontribusi. Ini bukan sekadar masalah kesejahteraan profesi, ini adalah masalah keberlanjutan mutu pendidikan nasional.

Mengembalikan Martabat Profesi

Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2025

Menaikkan gaji pendidik bukanlah bentuk kebaikan hati negara, melainkan pemenuhan kewajiban konstitusional. Reformasi harus mencakup penetapan standar gaji minimum yang layak, tunjangan riset yang memadai, serta jaminan status kerja yang aman. Transparansi alokasi anggaran pendidikan perlu ditegakkan, agar tidak ada lagi alasan bahwa “dana tidak cukup” sementara proyek-proyek lain yang kurang mendesak justru melimpah pendanaan.

Pendidikan tinggi adalah salah satu instrumen paling strategis dalam membangun daya saing bangsa. Mengabaikan kesejahteraan pendidiknya sama dengan membiarkan kapal berlayar dengan nakhoda yang lelah, lapar, dan kehilangan harapan.

 

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”
Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
Leaderboard apa apa
Previous Post

“Memberikan Materi dan Cek Kesehatan Gratis dalam Memeriahkan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia Ke-V, Paroki St.Petrus Sirombu. Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat Pustu Sirombu, Tim Pastoral Keluarga dan Orang Muda Katolik

Next Post

KKM 04 Uniba Tambahkan Lokasi UMKM Ke Google Maps di Kelurahan Banten Kecamatan kasemen

yohanessoares21385

yohanessoares21385

Related Posts

gnzvfwuniedm6dm

Work-Life Balance ala Gen Z: Antara Karier, Kreativitas, dan Healing

28 August 2025
large ambivalensi emosional dalam hubungan romantis ItXTQORhZg

Pacaran Sehat: Menjalin Cinta Tanpa Kehilangan Diri

27 August 2025
Demo 25 Agustus

Demo 25 Agustus: Potret Krisis Kepercayaan Publik dan Ujian Demokrasi

27 August 2025
unboxing

Fenomena Unboxing: Antara Kepuasan Psikologis dan Konsumtif Semata

26 August 2025
Next Post
foto artikel filan

KKM 04 Uniba Tambahkan Lokasi UMKM Ke Google Maps di Kelurahan Banten Kecamatan kasemen

Wartelsuspas

Wartelsuspas Lapas Lahat, Jembatan Rindu Warga Binaan dengan Keluarga

WhatsApp Image 2025 08 11 at 11.00.33 7d532932

Mahasiswa KKN Bangun Rak Pojok Baca di Setiap Dusun, Tingkatkan Literasi Masyarakat Desa

20250811 094257

Pembina Upacara, Guru MIN 9 Langkat Sampaikan Kedisiplinan dan Kebersihan Siswa Madrasah

WhatsApp Image 2025 08 10 at 16.41.38 1

SIT Al-Fadiyah Gelar Kajian Rutin Angkat Tema: Pendidikan Karakter dari Nasehat Luqman Al-Hakim

Please login to join discussion
Rumah Prabu Half Page
Siaran Berita

Siaran-Berita.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Siaran-Berita.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Siaran-Berita.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@siaran-berita.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting! Klaim Tulisan Kamu

Sehubungan dengan serangan pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab mengakibatkan Redaksi mengalami kehilangan data dan terpaksa melakukan restore dari backup yang mengakibatkan beberapa tulisan dari penulis “berpindah” ke default “Redaksi”. Bagi yang ingin mengklaim tulisan nya silahkan tinggalkan pesan di kolom komen atau email ke : redaksi@siaran-berita.com

PS DSA Square
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 SIaran Berita - Pres Rilis dan Berita

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti dan Infrastruktur
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Login
  • Sign Up

© 2023 SIaran Berita - Pres Rilis dan Berita