ESEMKASA, Semangat kewirausahaan semakin membara di kalangan generasi muda, termasuk di antara alumni SMKN 1 Banyuwangi. Salah satu bentuk nyata dari keberhasilan pendidikan berbasis proyek dapat dilihat melalui kegiatan usaha mandiri yang dilakukan oleh alumni, seperti yang tergambar dalam program KERENBRO (Kewirausahaan Edukasi Responsif Berbasis Proyek).
Bertempat di sekitar area Car Free Day (CFD), seorang alumni SMKN 1 Banyuwangi terlihat tengah menunggu pelanggan di sebuah stand kuliner yang sederhana namun tertata rapi. Di balik senyum ramahnya, tersimpan cerita inspiratif tentang bagaimana pendidikan vokasi dan semangat berwirausaha membentuk karakter mandiri dan tangguh, bahkan setelah lulus dari bangku sekolah.
KERENBRO hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran kontekstual yang diusung oleh SMKN 1 Banyuwangi. Program ini menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam dunia usaha melalui pendekatan berbasis proyek (project riil). Siswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan di kelas, namun juga ditantang untuk menciptakan produk atau jasa, merancang strategi pemasaran, hingga melakukan praktik nyata dalam berbisnis.
“Dulu saya mulai dari tugas proyek saat masih sekolah. Kami diminta membuat ide bisnis, dan saya memilih kuliner. Setelah lulus, saya lanjutkan usaha ini karena sudah punya dasar dan pengalaman dari KERENBRO,” ujar Grace, alumni jurusan Akuntansi SMKN 1 Banyuwangi yang kini merintis usaha makanan siap saji dengan berbagai menu khas rumahan.
Usaha kuliner yang dijalankan kini semakin dikenal masyarakat sekitar karena keunikan rasa dan harga yang terjangkau. Stand sederhana yang dikelolanya di area CFD menjadi tempat favorit warga untuk mencari makan pagi/sarapan praktis, sehat, dan lezat. Makanan yang disajikan, mulai dari bihun goreng, oseng tempe, hingga nasi kuning, ditata rapi di atas meja panjang lengkap dengan pelayanan ramah dari sang pemilik.
Program KERENBRO tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis di bidang masing-masing jurusan, tetapi juga melatih soft skill seperti komunikasi, manajemen waktu, kerja sama tim, dan problem solving. Lebih dari itu, alumni juga diarahkan untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas jangkauan pasar, mulai dari media sosial hingga marketplace online.
Kepala SMKN 1 Banyuwangi, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar, yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pencapaian karakter, kemandirian, dan kontribusi sosial siswa. “Kami ingin lulusan kami tidak hanya mencari kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Kini, semangat KERENBRO telah menjadi bagian dari budaya belajar di SMKN 1 Banyuwangi. Bahkan, banyak alumni yang saling terhubung melalui komunitas wirausaha muda alumni, berbagi ide, kolaborasi bisnis, hingga saling membantu memasarkan produk satu sama lain. Dalam era digital saat ini, konektivitas dan inovasi menjadi kunci sukses, dan para alumni SMK telah membuktikan bahwa mereka siap bersaing dengan semangat wirausaha yang kuat.
Melalui KERENBRO, SMKN 1 Banyuwangi berhasil menanamkan nilai-nilai wirausaha sejak dini, menjadikan pendidikan tidak hanya tentang memperoleh ijazah, tetapi juga menciptakan masa depan yang cerah dan mandiri. Grace dynda dan para alumni lainnya adalah bukti nyata bahwa pembelajaran kontekstual mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap dunia kerja dan usaha.