Depok – Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago menggelar malam tasyakuran dalam rangka milad ke-9, Jumat (25/7), dengan mengusung tema Tumbuh Bersama untuk Kebaikan Bersama. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat di aula utama pesantren yang berlokasi di kawasan Cilangkap, Depok.
Acara dibuka oleh santri Muhammad Alkhalifi Dzikri sebagai pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Fatih Al Kamil. Kedua santri ini tampil sebagai simbol pembinaan kepemimpinan di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Ustadz Dr. Awaluddin Faj, M.Pd menekankan pentingnya menjadikan milad ini sebagai momentum evaluasi dan konsolidasi visi. “Usia 9 tahun bukan sekadar angka. Ini momen untuk memperkuat komitmen bersama. Kita tumbuh bersama, kita juga harus saling menguatkan,” katanya. Ia juga menegaskan makna dari nama “Daarut Tarqiyah” sebagai tempat peningkatan, baik dalam hal ibadah, ilmu, maupun karakter.
Primago, kata Ustadz Awal, berharap bisa mengirimkan alumninya ke berbagai negara seperti Yordania, Mesir, dan Makkah. “Ini bukan hasil kerja satu dua orang, tapi karena Allah izinkan, dan semua pihak mengambil perannya dengan serius,” ujarnya.
Sambutan dilanjutkan oleh pendiri pesantren, Ustadz Nurjulizar, S.Ei, yang turut berulang tahun pada hari yang sama. Ia mengulas perjalanan pesantren yang dimulai dari nol. “Kami tak punya apa-apa selain niat baik dan semangat. Modal kami hanya tulisan di internet, dan tekad membangun peradaban,” tuturnya.
Ustadz Nurjulizar atau akrab yang disapa Ustadz Zar juga menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi pendidikan di Primago. Menurutnya, bukan soal di mana anak belajar, tapi bagaimana ia belajar. “Biarpun di hutan, kalau semangatnya menyala, ia akan jadi hebat,” katanya.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis, sebagai bentuk rasa syukur atas segala pencapaian. “Apapun yang kita dapatkan, suka ataupun tidak, harus kita syukuri,” ujar Ustadz Zar saat menyerahkan potongan tumpeng kepada tokoh pesantren.
Doa bersama dipimpin oleh Ustadz Kresna Eka Raharja, M.Sos selaku pimpinan pesantren. Agenda ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang diwarnai dengan makan malam.
Selama sembilan tahun, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago dikenal sebagai lembaga yang menanamkan nilai kepemimpinan berbasis spiritualitas, kedisiplinan, dan literasi. Tasyakuran ini menjadi pengingat bahwa perjalanan pesantren bukan sekadar pencapaian fisik, tapi juga perjalanan batin yang terus diperjuangkan bersama.