Sidrap, 20 Juli 2025 – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat melalui program KKN Tematik Gelombang 114 di Desa Kampale, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menghadirkan solusi kreatif untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro di desa.
Melalui program kerja individu bertajuk “Pelatihan Dasar Visual dan Media Sosial untuk Pelaku Usaha Mikro,” mahasiswa KKN Posko Kampale berhasil menjangkau lebih dari 40 warga desa yang tersebar di Jl. Wela Kampale dan sekitarnya. Warga peserta didominasi oleh pengusaha rumahan seperti pemilik toko kelontong, laundry, kuliner, dan jasa lainnya.
Acara yang berlangsung pada Minggu, 20 Juli 2025 ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Kampale Bapak Ashar Sose, S.E. dan Ibu Herneni yang sekaligus sebagai Ketua TP PKK, hadir juga Ketua BPD, Kepala Dusun, tokoh agama, kader kesehatan, anggota PKK, dan warga desa lainnya.
“Pelatihan ini tidak berhenti di hari ini saja. Selama masa KKN berlangsung, saya akan membuka layanan konsultasi desain dan strategi media sosial untuk para pelaku usaha mikro di desa. Mereka bisa datang dan kami bantu sesuai kebutuhannya,” jelas Tita Andraena, pelopor sekaligus pemateri dalam kegiatan ini.
Mendorong Warga Desa Kampale Agar Melek Digital
Kegiatan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak pelaku usaha mikro untuk beradaptasi dengan era digital. Banyak warga memiliki produk berkualitas namun kesulitan dalam hal promosi dan pemasaran karena keterbatasan pemahaman teknologi.
Peserta dibimbing untuk mendesain materi promosi yang relevan dengan jenis usaha mereka, sekaligus diberikan tips strategi pemasaran sederhana.
Output Nyata: Buku Panduan & Pendampingan Lanjutan
Program ini tidak hanya berbentuk pelatihan satu kali, tetapi dirancang untuk berkelanjutan dan berdampak jangka panjang. Tita Andraena juga menyusun buku panduan promosi digital untuk pelaku usaha mikro desa, yang berisi langkah-langkah sederhana promosi daring.
Selama sisa masa KKN, warga diperbolehkan berkonsultasi dengan Mahasiswa bersangkutan untuk membuat materi desain, membuka akun media sosial usaha, atau menanyakan strategi pemasaran daring sesuai kebutuhan mereka.
“Kami harap program ini bisa menjadi awal dari transformasi digital bagi pelaku usaha di desa. Dengan keterampilan visual dan digital, produk lokal bisa bersaing lebih luas, dan warga semakin percaya diri dalam berjualan,” tambah Tita.
Kepala Desa Kampale menyambut baik inisiatif ini dan berharap program sejenis bisa terus dikembangkan. Sementara itu, Ketua TP PKK mendorong ibu-ibu rumah tangga untuk terlibat aktif dan mengadopsi keterampilan yang diajarkan demi menunjang ekonomi keluarga.