Upaya pencegahan stunting kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan aplikatif. Melalui program bertajuk “Inovasi Bakso Lele sebagai Pangan Fungsional dalam Upaya Pencegahan Stunting”, warga Desa Pondok diajak untuk mengenal olahan pangan bergizi berbasis ikan lele melalui kegiatan demo masak edukatif.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memperkenalkan alternatif makanan sehat dan terjangkau yang mampu menunjang kebutuhan gizi keluarga, terutama anak-anak di masa pertumbuhan. Ikan lele dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi, mudah didapat, dan harganya relatif terjangkau oleh masyarakat pedesaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai manfaat ikan lele sebagai pangan fungsional, terutama kandungan proteinnya yang tinggi, asam lemak omega-3, serta vitamin dan mineral yang penting untuk tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga diajak mempraktikkan langsung cara mengolah lele menjadi bakso sehat tanpa bahan pengawet.
“Bakso lele ini tidak hanya enak dan mudah dibuat, tapi juga merupakan bentuk inovasi pangan lokal yang bisa mendukung program nasional penurunan angka stunting. Kami ingin masyarakat tahu bahwa makanan sehat tidak selalu mahal dan sulit diolah,” ujar salah satu narasumber kegiatan.
Edukasi juga diberikan mengenai stunting, mulai dari definisi, penyebab, hingga langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan dari lingkungan keluarga, khususnya melalui pola makan bergizi seimbang.
Kegiatan ini disambut positif oleh warga, terutama para ibu rumah tangga yang antusias mengikuti demo masak dari awal hingga akhir. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan pengetahuan baru serta termotivasi untuk mencoba resep tersebut di rumah.
“Biasanya anak-anak susah makan ikan. Tapi kalau diolah jadi bakso seperti ini, mereka pasti suka. Ini sangat membantu kami sebagai orang tua,” ujar Ibu Yensi, salah satu peserta kegiatan.
Dengan adanya inovasi seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Pondok semakin sadar akan pentingnya gizi dan dapat menjadi pelopor dalam penerapan pola makan sehat sebagai upaya nyata pencegahan stunting sejak dini.