TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) secara resmi melepas Divisi Keamanan yang akan bertugas dalam Jambore Pramuka Muslim Dunia tahun 2025.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan, rasa bangga sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Divisi Keamanan.
Pilar menerangkan, divisi keamanan yang bertugas ini, dinilai memiliki kedisiplinan, semangat pengabdian, dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam menjaga kelancaran serta ketertiban selama jambore berlangsung.
“Divisi Keamanan memegang peran vital dalam kegiatan sebesar ini. Tanpa keamanan, tentu ketertiban dan kenyamanan peserta sulit diwujudkan. Karena itu tugas ini adalah amanah mulia, sekaligus ladang amal kebaikan,” kata Pilar, saat acara pelepasan di Gedung Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot), Serua, Ciputat, Jumat 29 Agustus 2025.
Pilar berpesan, agar seluruh anggota Divisi Keamanan mengedepankan sikap humanis, ramah, dan bersahabat, sebab para peserta jambore merupakan saudara-saudara yang datang dari berbagai negara.
“Kita tunjukkan bahwa putra-putri Tangsel mampu menjaga nama baik kota, bangsa, dan agama. Tugas ini bukan sekadar menjaga ketertiban, tapi juga membawa nama baik Tangerang Selatan di mata dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Divisi Keamanan Jambore Muslim Dunia 2025, Ade Putra menjelaskan, bahwa pelepasan kali ini menjadi bagian dari persiapan menuju kegiatan utama di Bumi Perkemahan Cibubur.
“Untuk hari ini kita melepas relawan Divisi Keamanan khusus dari Tangsel yang dilepas langsung oleh Pak Wakil Wali Kota. Di sana nanti kita akan melaksanakan pelatihan selama dua hari satu malam, fokus pada pembekalan keamanan dari masing-masing koridor,” kata Ade.
Ade menambahkan, pelatihan ini merupakan tahap awal sebelum seluruh relawan keamanan bergabung pada 6 September mendatang bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau hari ini baru dari Tangsel, sementara teman-teman dari DKI dan wilayah sekitarnya sudah menunggu di Cibubur. Nanti total keseluruhan relawan Divisi Keamanan yang ikut mencapai ratusan orang, hasil seleksi dari kalangan SMA hingga mahasiswa,” terangnya.
Terkait materi pelatihan, lanjut Ade, para relawan akan dibekali standar operasional keamanan, mulai dari penjagaan pos, pengaturan perimeter, hingga penanganan jika terjadi insiden atau kericuhan.
“Ini memang kegiatan pertama di tahun ini, sekaligus persiapan menuju Jambore Pramuka Muslim Dunia. Untuk pelatihnya berasal dari tenaga lokal yang sudah berpengalaman,” tutupnya.(Dion)