Rosalia Harlina: Menyalakan Api Harapan dari Jalan yang Penuh Tantangan Menuju SDI Tonggong Dole
Di sebuah pelosok kecil di Kabupaten Manggarai Barat, berdiri sebuah sekolah dasar dengan nama sederhana: SDI Tonggong Dole. Sekolah ini terletak sekitar 7 kilometer dari jalan utama, dengan akses jalan yang tidak mudah. Jalannya berliku, berbatu, dan penuh tantangan, seolah ingin menguji nyali siapa pun yang hendak melintas. Namun, di balik jalan yang menantang itu, terdapat kisah yang penuh makna tentang dedikasi seorang pengawas sekolah, Rosalia Harlina.
Hari itu, Rosalia kembali menapaki langkah pengabdian di sekolah binaannya. Ia hadir bukan sekadar menjalankan tugas formal, tetapi membawa semangat, inspirasi, dan harapan. Bagi Rosalia, menjadi pengawas bukan hanya soal mengawasi, melainkan tentang bagaimana dirinya bisa menjadi agen perubahan. Ia percaya, setiap kehadiran adalah cahaya yang dapat menyalakan semangat guru dan siswa, meskipun berada di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota.
“Peran saya bukan hanya untuk mengawasi, tetapi juga menginspirasi dan menyalakan api semangat pendidikan di hati para guru dan siswa,” tutur Rosalia dengan senyum tulus yang selalu menyertai langkahnya.
Setiap Usaha adalah Investasi untuk Masa Depan
Rosalia memahami benar bahwa setiap usaha kecil yang dilakukan di sekolah-sekolah pelosok adalah investasi besar bagi masa depan bangsa. Di tengah keterbatasan sarana, prasarana, bahkan akses jalan yang sulit, ia tetap meyakini bahwa pendidikan tidak boleh berhenti. Setiap anak, di mana pun berada, berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama, berhak mendapatkan guru yang semangat, dan berhak bermimpi setinggi langit.
Ia sadar, menjadi pengawas berarti siap menghadapi beragam tantangan. Namun baginya, setiap rintangan bukan alasan untuk menyerah, melainkan peluang untuk bertumbuh dan menemukan solusi yang lebih inovatif. Jalan berbatu ia maknai sebagai simbol perjuangan. Sementara jarak yang jauh ia jadikan pengingat bahwa perubahan sejati sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang penuh ketulusan.
“Tidak perlu berlari cepat. Yang terpenting adalah terus bergerak maju dengan langkah-langkah kecil namun pasti,” ungkapnya penuh keyakinan.
Bahagia yang Sederhana, Namun Menggetarkan Hati
Kunjungan ke SDI Tonggong Dole bukan sekadar rutinitas, melainkan pengalaman yang menyentuh hati. Saat menyapa guru-guru yang penuh dedikasi dan anak-anak yang menyambut dengan tawa polos, Rosalia merasakan kebahagiaan sederhana yang tidak bisa ditukar dengan apa pun. Baginya, hadir dan membersamai mereka adalah bentuk nyata pengabdian.
“Bahagia sekali bisa berkunjung dan membersamai mereka hari ini. Rasanya luar biasa melihat semangat para guru dan senyum anak-anak, meski dengan segala keterbatasan mereka tetap punya nyala harapan,” ucap Rosalia dengan mata berbinar.
Menginspirasi dari Tempat yang Tidak Terlihat
Kehadiran Rosalia di sekolah pelosok ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah perjuangan yang tidak selalu berada di panggung besar. Justru di tempat-tempat kecil yang jarang terlihat, api perjuangan itu terus menyala. Di sanalah para pengawas, guru, dan siswa bertumbuh bersama, menghadirkan cerita indah tentang dedikasi dan cinta.
Dengan penuh semangat, Rosalia kembali meneguhkan komitmennya:
“Salam kompak dan terus menginspirasi di tempat-tempat yang tidak terlihat, namun sesungguhnya sedang bertumbuh.”
Kisah ini adalah pengingat bahwa perubahan besar sering kali lahir dari kerja-kerja kecil yang konsisten. Dan di SDI Tonggong Dole, Rosalia Harlina membuktikan bahwa menjadi pengawas sekolah adalah panggilan untuk terus menyalakan harapan, di tengah jalan yang sulit sekalipun.
Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan.