Yogyakarta, Juli 2025 – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) meluncurkan program pengabdian masyarakat berupa perancangan dan penerapan simulasi ujian nasional berbasis komputer di SD Muhammadiyah Semingin Sumbersari. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas evaluasi pendidikan dengan memanfaatkan teknologi informasi, sehingga dapat memberikan pengalaman ujian yang lebih realistis dan efektif kepada siswa.
Program ini dirancang untuk meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta efisiensi dalam proses evaluasi pendidikan. Melalui metode campuran kuantitatif dan kualitatif, program ini mengukur hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan simulasi ujian berbasis komputer melalui uji coba pre-test dan post-test. Selain itu, wawancara dan observasi dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dan guru yang terlibat dalam program tersebut.
Tim pengabdi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta kolaborator dari Universitas Negeri Surabaya bekerja sama untuk memastikan penerapan teknologi ini berjalan dengan lancar. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi SD Muhammadiyah Semingin, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.
“Simulasi ujian berbasis komputer ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik kepada siswa dalam menghadapi ujian nasional. Kami berharap dengan adanya program ini, kesenjangan antara pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan dapat lebih diperkecil,” ujar Aris Widyo Nugroho, ketua pengusul program.
Selain memberikan pengalaman ujian yang lebih efisien dan transparan, program ini juga memberikan pelatihan kepada guru untuk memanfaatkan Learning Management System (LMS) dan meningkatkan infrastruktur teknologi informasi di sekolah. Dengan demikian, tidak hanya siswa yang mendapat manfaat, tetapi juga guru dan pihak sekolah lainnya.
Namun, pelaksanaan program ini tidak tanpa tantangan. Terbatasnya infrastruktur teknologi, seperti komputer dan koneksi internet yang stabil, menjadi salah satu hambatan utama. Oleh karena itu, pihak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama dengan mitra pengabdian, SD Muhammadiyah Semingin, mengusulkan peningkatan infrastruktur agar program ini dapat berjalan optimal.
Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang fokus pada peningkatan infrastruktur yang berkualitas, andal, berkelanjutan, dan tangguh, khususnya dalam konteks pendidikan di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat menciptakan sebuah model pendidikan berbasis teknologi yang bisa diimplementasikan di berbagai sekolah di Indonesia.