Purwakarta, 13 Juli 2025 — Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalani kegiatan Praktik Industri (PI) di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata, pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia dengan kapasitas terpasang mencapai 1.008 megawatt (MW) dari delapan unit generator. PLTA Cirata berperan penting dalam menopang sistem kelistrikan nasional dan menjadi simbol kemajuan energi hijau di Tanah Air.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Riyan Azhari Dewanto, Yoga Dwi Riawan, Muhammad Hilmi Habibie, dan Bintang Damar Pramata — seluruhnya mahasiswa semester 4 dari Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro, Fakultas Vokasi UGM angkatan 2023. Program magang ini menjadi bagian dari kurikulum Praktik Industri yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung di dunia kerja, terutama di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan.
Selama kegiatan magang yang berlangsung sejak akhir Juni 2025, para mahasiswa mendapatkan kesempatan langsung untuk mempelajari berbagai sistem kelistrikan serta teknologi pengoperasian pembangkit. Salah satu topik yang sangat menarik bagi mereka adalah proses sinkronisasi generator, di mana PLTA memiliki keunggulan berupa kemampuan sinkronisasi yang jauh lebih cepat dibandingkan pembangkit berbasis thermal seperti PLTU.
“Saya tertarik dengan PLTA karena sumber energinya sangat stabil, tidak seperti angin atau matahari yang tidak menentu. Di sini saya bisa melihat langsung bagaimana sistem kontrol dan sinkronisasi generator bekerja secara real-time,” ujar Riyan Azhari Dewanto.
PLTA Cirata dikenal bukan hanya karena kapasitasnya yang besar, tetapi juga karena implementasi teknologi modern yang meliputi sistem SCADA, proteksi, dan efisiensi produksi. Mahasiswa juga memperoleh pembelajaran terkait perencanaan daya, pengendalian beban, dan pemantauan kinerja generator.
“Kami belajar banyak, mulai dari sistem proteksi generator, mekanisme turbin air, hingga pemantauan melalui SCADA. Ini pengalaman berharga yang membuka wawasan kami tentang teknologi energi bersih,” tambah Yoga Dwi Riawan.
Program magang ini merupakan bagian dari kurikulum Praktik Industri (PI) yang dirancang untuk memberikan mahasiswa pengalaman aplikatif di dunia kerja. Selain pembelajaran teknis, mereka juga melakukan observasi langsung terhadap manajemen operasional dan standar keselamatan kerja (K3) yang diterapkan secara ketat di lingkungan pembangkit.
“PLTA Cirata memberikan gambaran nyata bagaimana energi dapat dihasilkan secara bersih dan berkelanjutan. Ini membuat saya semakin yakin untuk fokus di bidang sistem tenaga listrik dan energi terbarukan,” tutur Bintang Damar Pramata.
“Energi terbarukan seperti PLTA adalah masa depan. Saya berharap bisa terlibat dalam pengembangan sistem kontrol dan perencanaan daya untuk pembangkit seperti ini,” ungkap Muhammad Hilmi Habibie.
Kegiatan magang ini tidak hanya memperluas wawasan teknis para mahasiswa, tetapi juga memperkuat keterampilan observasi, komunikasi, dan kerja tim dalam lingkungan profesional. Dengan terlibat langsung di pembangkit energi bersih, mereka diharapkan menjadi bagian dari generasi muda yang siap mendorong transformasi energi di Indonesia
Di tengah upaya pemerintah untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, pengalaman ini menjadi bekal berharga. Mahasiswa vokasi seperti mereka kini diharapkan mampu menjadi tenaga kerja terampil yang memahami tantangan dan solusi dalam pengelolaan energi masa depan.