Finalis Duta Maritim Eksplorasi Sejarah di Museum Bahari Jakarta
Finalis Duta Maritim Indonesia melakukan kunjungan ke Museum Bahari Jakarta. Museum yang berada di kawasan Sunda Kelapa ini dulunya adalah gudang rempah milik Hindia Belanda VOC, yang kini dialihfungsikan menjadi pusat edukasi sejarah maritim Indonesia. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk mengenal lebih dalam warisan bahari nusantara yang penuh nilai sejarah.
Di dalam museum, para finalis diperlihatkan berbagai koleksi bersejarah. Salah satunya adalah alat-alat milik tentara Jepang yang digunakan pada masa pendudukan tahun 1942–1945. Koleksi ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan maritimnya dari masa ke masa.
Selain itu, terdapat kisah menarik tentang kapal Phinisi asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang sempat berlayar menuju Pantofer namun tenggelam di perairan Kepulauan Seribu. Kapal tersebut karam setelah menabrak karang besar di dasar laut. Kisah ini menambah wawasan mengenai risiko pelayaran di masa lalu yang erat kaitannya dengan kondisi alam laut Indonesia.
Para peserta juga disuguhi koleksi seni berupa lukisan-lukisan bersejarah. Beberapa di antaranya menggambarkan Batavia tempo dulu serta pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi pusat perdagangan internasional. Lukisan tersebut memperlihatkan bagaimana peran penting pelabuhan Jakarta sebagai pintu gerbang maritim Nusantara.
Tidak hanya itu, pengalaman belajar semakin hidup dengan adanya pemutaran film animasi tentang bahari. Melalui media visual ini, peserta dapat memahami secara lebih menarik mengenai dinamika dunia kemaritiman, mulai dari perdagangan, pelayaran, hingga budaya masyarakat pesisir.
Beragam jenis perahu tradisional juga menjadi daya tarik utama Museum Bahari. Di antaranya perahu Jukung dari Barito, perahu Alu Pasa, perahu Kora-Kora dari Maluku, serta perahu Padewakang yang berasal dari Sulawesi. Semua koleksi ini menunjukkan kekayaan budaya bahari Indonesia yang beragam sekaligus memperkuat identitas bangsa sebagai poros maritim dunia.