Jember, 16 Agustus 2025 – Jalan utama Dusun Tegal Kalong, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Jumat malam (15/8), tampak berbeda dari biasanya. Jalan yang biasanya ramai lalu lalang warga ditutup sementara untuk menggelar tasyakuran HUT ke-80 Republik Indonesia. Acara sederhana namun penuh makna ini dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, Kepala Desa Jenggawah, Ibu Kepala Desa, serta mahasiswa KKN Kolaboratif 071. Sejak sore, warga bergotong royong menyiapkan acara. Pemuda memasang tenda dan sound system, ibu-ibu menata konsumsi, sementara anak-anak berlarian riang menyambut suasana meriah. Kemeriahan tampak lengkap dengan hiasan lampu warna-warni yang terpasang di sepanjang jalan.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Setelah itu, suasana berubah semakin khidmat dengan lantunan sholawat dari grup hadrah lokal. Suara tabuhan rebana berpadu dengan alunan vokal merdu yang membuat jamaah larut dalam suasana religius.
Puncak acara semakin istimewa dengan kehadiran Ibu Kepala Desa Jenggawah yang menyampaikan sambutan. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.
“Semangat kemerdekaan bukan hanya kita rayakan dengan lomba dan hiburan, tetapi juga dengan rasa syukur. Tasyakuran ini bukti warga Tegal Kalong kompak, menjaga tradisi, dan memaknai kemerdekaan dengan doa,” ungkap beliau.
Yang menarik, acara ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa KKN Kolaboratif 071. Mereka turut hadir sejak awal acara, membantu panitia di berbagai lini, mulai dari teknis lapangan hingga mendampingi warga. Saat pembagian konsumsi, mahasiswa KKN tampak sigap membagikan nasi kotak kepada warga yang hadir. Proses tersebut berlangsung tertib dan penuh kehangatan, diiringi lantunan sholawat yang tetap menggema dari grup hadrah. Kehadiran mahasiswa KKN disambut positif oleh warga karena menambah semangat kebersamaan dalam acara.
Setelah semua nasi kotak dibagikan, panitia mengumumkan bahwa acara inti tasyakuran telah selesai. Namun, grup hadrah memberi kesempatan bagi warga yang masih ingin melanjutkan sholawatan. Ajakan tersebut disambut hangat. Banyak warga memilih tetap tinggal, duduk bersama di bawah tenda sambil bersholawat hingga malam semakin larut.
Selain menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan, acara ini juga menjadi simbol eratnya persaudaraan antarwarga. Gotong royong terlihat jelas sejak persiapan hingga akhir acara. Peran mahasiswa KKN Kolaboratif 071 semakin menambah semarak, menunjukkan sinergi antara masyarakat dan akademisi dalam menjaga tradisi dan nilai kebangsaan. Meski sederhana, tasyakuran HUT RI di Dusun Tegal Kalong tahun ini meninggalkan kesan mendalam. Suasana hangat, kebersamaan, lantunan sholawat, kehadiran kepala desa, hingga partisipasi mahasiswa KKN menjadikan acara ini lebih bermakna. Dengan berakhirnya pembagian konsumsi, warga pulang dengan hati gembira, sementara sebagian tetap larut dalam sholawat. Sebuah penutup manis yang menggambarkan bahwa merayakan kemerdekaan bisa dilakukan dengan penuh syukur, doa, dan kebersamaan.