Bulukumba – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 114 menginisiasi program kerja individu bertajuk “Tanam Cilik: Edukasi Gizi dan Praktik Menanam Sayur Sehat untuk Anak Sekolah Dasar” di Desa Kambuno, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Agustus 2025 ini, digagas oleh Safna, mahasiswa KKN Unhas yang menjadi penanggung jawab penuh pelaksanaan program. Sasaran utama kegiatan adalah siswa Sekolah Dasar di Desa Kambuno, mengingat anak-anak usia tersebut masih berada dalam masa pertumbuhan dan rentan mengalami stunting apabila tidak dibekali edukasi gizi sejak dini.
“Berdasarkan observasi awal, banyak anak di Desa Kambuno cenderung mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman kemasan, sementara minat terhadap sayur dan buah sangat rendah. Ini yang mendorong saya membuat program Tanam Cilik sebagai pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak mau mengenal dan mengonsumsi makanan bergizi,” ujar Safna. Program ini dirancang dengan dua tahapan kegiatan. Hari pertama diisi dengan edukasi gizi oleh narasumber dari Puskesmas setempat yang menjelaskan pentingnya konsumsi sayur, protein, dan makanan bergizi, serta bahaya stunting. Anak-anak juga diajak menonton video animasi pendek tentang kesehatan gizi dan cara menanam sayur sederhana.
Hari kedua menjadi momen praktik langsung. Setiap siswa membawa polybag berisi tanah subur yang telah disiapkan sebelumnya untuk ditanami bibit kangkung. Polybag diberi label nama masing-masing siswa, sehingga mereka memiliki tanggung jawab merawat tanamannya. Konsep ini juga mengajak orang tua untuk turut terlibat membantu anak di rumah. Untuk menambah semangat, setiap anak mengisi “Pohon Harapan” sebagai simbol motivasi dalam merawat tanaman. Safna juga membagikan parsel gizi sehat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif anak-anak.
Bapak Abdul Rajab selaku Kepala sekolah SD Assipetunnge Desa Kambuno menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kegiatan Tanam Cilik sangat bermanfaat, tidak hanya memberi pengetahuan tetapi juga melatih anak-anak untuk mencintai sayur dan bertanggung jawab terhadap tanaman yang mereka tanam,” ujarnya. Safna berharap program ini dapat menjadi kegiatan berkelanjutan di sekolah, baik dalam bentuk kebun sayur maupun kebun tanaman obat sekolah. “Dengan kebiasaan baik sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan mandiri secara pangan,” pungkasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, Puskesmas, serta masyarakat Desa Kambuno, dan diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Bulukumba dalam upaya bersama mencegah stunting.