Jakarta, Juli 2025 — Meski telah berlalu sejak 17 Mei 2025, jejak kebahagiaan dan semangat kepedulian yang tertinggal dalam kegiatan “Aksi Kepedulian Sosial: Membangun Harapan Bagi Anak Yatim Piatu” yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Mercu Buana, masih membekas kuat hingga kini.
Bertempat di Panti Asuhan PYD Asrama Kembang Kerep dan Srengseng, Jakarta Barat, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia akademik tak hanya soal teori dan nilai, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di bawah koordinasi dosen pengampu, Sabena, S.I.Kom., M.I.Kom., mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi program studi Public Relations dan Marketing Communication turun langsung ke lapangan, menyapa dan menginspirasi puluhan anak-anak panti yang sehari-hari hidup dalam keterbatasan.
Dengan mengusung semangat “Senyum mereka, kebahagiaan kita,” kegiatan dimulai pada pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari, dipenuhi ragam aktivitas yang edukatif, menghibur, sekaligus menyentuh secara emosional. Anak-anak diajak mengikuti sesi motivasi singkat tentang pentingnya percaya diri dan keberanian bermimpi. Selanjutnya, mereka mengekspresikan kreativitas dalam kegiatan melukis bersama yang dipandu mahasiswa, dan ikut serta dalam berbagai permainan seru yang menggugah keceriaan.
“Kami ingin mereka merasakan bahwa ada banyak orang yang peduli. Hari itu bukan hanya tentang memberi, tetapi hadir secara utuh untuk menemani mereka,” ungkap Nia Idmayanti, Ketua Pelaksana kegiatan.
Kehangatan pun terasa sejak sambutan dari Kepala Panti Asuhan, Bapak Tri Haryanto, yang menyambut para mahasiswa dengan hangat dan terbuka. “Alhamdulillah, anak-anak sangat senang. Kegiatan seperti ini bukan hanya memberi kebahagiaan sebentar, tapi juga bisa membekas dalam ingatan dan membentuk semangat mereka ke depan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena proses di balik layar yang dijalankan sepenuhnya oleh mahasiswa. Dari tahap perencanaan, penggalangan donasi, komunikasi dengan pihak panti, hingga pelaksanaan kegiatan, semua dilakukan secara kolektif dan mandiri. Panitia yang terdiri dari mahasiswa aktif, seperti Khadijah, Jouvan Fernando, Kelvin David Pasaribu, Ailsha Rahmawati, Rizki Syatia Ahmad, Naswa Ayusya Prananda, Nuha Wafiqoh, Fahrani Putri Sasti, Erica Nathanael, Haris Resky Pratama Wiharja, dan Muhammad Naufal Tegar Rahmani, bekerja sama dengan semangat solidaritas yang tinggi.
Mereka berhasil mengumpulkan donasi berupa uang tunai, makanan bergizi, alat lukis, serta bingkisan yang kemudian dibagikan kepada anak-anak panti. “Kami percaya, bantuan sekecil apa pun jika dikumpulkan dan disalurkan dengan hati yang tulus, pasti memberi dampak besar,” ujar salah satu panitia.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, program ini juga menjadi bagian dari Kuliah Peduli Negeri, sebuah program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa yang peduli terhadap kondisi sosial. Melalui interaksi langsung dengan komunitas, mahasiswa belajar tentang kepekaan, rasa syukur, dan pentingnya kontribusi sebagai agen perubahan sosial.
Kegiatan ditutup dengan sesi doa bersama, pembagian bingkisan, dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan. Dalam suasana haru namun penuh rasa syukur, para mahasiswa dan anak-anak panti saling melepaskan senyum, menggambarkan rasa bahagia yang tak terbeli.
Semangat dari kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Para mahasiswa Universitas Mercu Buana berharap aksi sosial seperti ini bisa menjadi agenda berkelanjutan, bahkan dikembangkan lebih luas melibatkan komunitas dan institusi lain.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi untuk teman-teman mahasiswa lainnya agar ikut terjun ke masyarakat. Karena peran kita sebagai mahasiswa tidak hanya sebatas ruang kelas, tapi juga menjangkau mereka yang membutuhkan di luar sana,” tutup Nia.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat dan individualistis, kegiatan seperti ini mengingatkan kita bahwa masih ada ruang bagi kepedulian, kasih sayang, dan kemanusiaan. Karena senyum mereka, anak-anak yang sering kali luput dari perhatian, sejatinya adalah refleksi dari nilai kemanusiaan yang kita jaga bersama.