Malang, 19 Agustus 2025 — Upaya pemerintah menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus digencarkan melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh UPT Latkesmas Murnajati yaitu secara resmi membuka Pelatihan Pelayanan Antenatal Care, Persalinan, Nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (ANC SHK) Bagi Bidan di FKTP Angkatan 21 di Kampus Malang.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan bidan dari berbagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dari Kab. Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Kehadiran para peserta diharapkan dapat memperkuat peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam memberikan asuhan kehamilan, persalinan, nifas, serta perawatan neonatal yang lebih komprehensif.
Dalam sambutannya, Kepala UPT Latkesmas Murnajati menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, terutama bidan, adalah kunci dalam menurunkan AKI dan AKB. “Bidan adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan ibu hamil dan bayi. Dengan pelatihan ini, kami ingin memastikan pelayanan antenatal care dan skrining hipotiroid kongenital bisa dilaksanakan sesuai standar, sehingga ibu dan bayi mendapatkan perlindungan maksimal sejak awal,” ujarnya.
Fokus pada Asuhan Kehamilan dan Skrining Dini
Materi pelatihan ANC mencakup layanan pemeriksaan ibu hamil yang terintegrasi, deteksi dini faktor risiko, edukasi gizi, imunisasi, serta persiapan persalinan yang aman. Sementara itu, pelatihan SHK diarahkan agar bidan mampu melakukan deteksi dini hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir melalui pengambilan sampel darah tumit (heel prick test), konseling keluarga, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Hipotiroid kongenital menjadi perhatian serius karena dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang hingga keterlambatan mental apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, skrining sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah dampak jangka panjang.
Dukungan Instruktur Berpengalaman
Pelatihan yang berlangsung selama 5 (lima) hari ini dilaksanakan secara klasikal di Kampus Malang. Narasumber yang hadir berasal dari Dinas Kesehatan Jawa Timur, RSUD Soetomo, RSUD Lawang, dan Widyaiswara UPT Latkesmas Murnajati yang berpengalaman di bidang pelayanan ibu dan anak.
Selain memperkuat pengetahuan teoritis, peserta juga akan berlatih keterampilan teknis agar dapat langsung mengaplikasikan hasil pelatihan di tempat tugas masing-masing. Dalam hal ini, peserta akan melakukan on job training (OJT) di salah puskesmas Dinas Kesehatan Kab. Malang.
Komitmen UPT Latkesmas Murnajati
Sebagai lembaga pelatihan kesehatan di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, UPT Latkesmas Murnajati menegaskan komitmennya menjadi pusat unggulan pelatihan kesehatan berskala nasional. Penyelenggaraan pelatihan ANC–SHK ini tidak hanya memperkuat jejaring tenaga kesehatan, tetapi juga sejalan dengan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu hingga 70 per 100.000 kelahiran hidup serta meningkatkan kualitas hidup anak sejak dini.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, para bidan dapat menjadi agen perubahan di wilayah kerja masing-masing. Mereka tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk lebih sadar pentingnya pemeriksaan kehamilan dan skrining bayi baru lahir,” tambah Kepala UPT.
Pelatihan ANC–SHK di Kampus Malang ini menjadi bagian dari rangkaian program penguatan kompetensi tenaga kesehatan yang terus dijalankan UPT Latkesmas Murnajati. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Jawa Timur semakin meningkat, sekaligus menurunkan AKI dan AKB secara signifikan.