Yogyakarta, Juli 2025 — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah sukses menggelar pelatihan pembuatan sabun organik menggunakan mesin pengaduk semi otomatis sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi sabun berkualitas tinggi serta mendukung tercapainya ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Pelatihan ini diadakan di desa Lendah, Kabupaten Kulon Progo, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemuda setempat. Dalam kegiatan yang berlangsung para peserta diberikan pemahaman tentang bahan baku organik, proses pembuatan sabun, dan cara mengoperasikan mesin pengaduk semi otomatis untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Meningkatkan Kualitas dan Pengetahuan Peserta
Menurut Fitroh Anugrah Kusuma Yudha, ketua pengusul kegiatan ini, tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi sabun organik berkualitas, yang memiliki potensi besar di pasar. “Dengan menggunakan mesin pengaduk semi otomatis, kami memastikan produk yang dihasilkan lebih homogen, meningkatkan kualitas dan konsistensi sabun organik yang diproduksi,” jelasnya.
Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Sebelum pelatihan, hanya 30% peserta yang memahami cara membuat sabun organik, namun setelah pelatihan, sebanyak 90% peserta mampu menghasilkan sabun organik yang memenuhi standar kualitas, dengan pH yang sesuai dan busa yang stabil.
Mendorong Keberlanjutan Ekonomi Hijau
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga bertujuan membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat. Beberapa peserta telah memulai usaha sabun organik mereka sendiri dan memasarkan produk melalui platform digital. Keuntungan lain dari penggunaan bahan alami, seperti minyak kelapa dan zaitun, adalah mengurangi limbah kimia dan mendukung prinsip zero waste, yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Pelatihan ini juga mendapatkan dukungan dari KWT Langgeng Makmur Lendah yang menjadi mitra dalam program ini. Sri Harini, ketua KWT, menyampaikan apresiasi atas pelatihan ini yang telah memberi dampak positif bagi para anggotanya. “Kami berharap, melalui keterampilan yang didapatkan, masyarakat dapat mandiri secara ekonomi dan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Sri.
Ke Depan: Pengembangan Bisnis dan Diversifikasi Produk
Sebagai langkah lanjut, para peserta akan diberikan pendampingan pasca pelatihan untuk membantu mereka dalam mengembangkan pemasaran dan memperluas jangkauan produk sabun organik mereka. Selain itu, pengembangan varian produk seperti sabun cair dan scrub organik juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Program pengabdian ini merupakan bagian dari upaya UMY untuk mendukung ekonomi hijau melalui inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, keberhasilan pelatihan ini dapat menjadi model bagi pengabdian masyarakat lainnya yang berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Tentang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah salah satu perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta yang fokus pada pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai program pengabdian masyarakat, UMY berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.