Ketika mendengar kata “nuklir,” banyak orang langsung berpikir tentang bahaya, ledakan, atau radiasi. Padahal, tidak semua yang berkaitan dengan nuklir itu berbahaya. Reaktor nuklir, jika dirancang dan dikelola dengan baik, justru sangat aman dan memberikan manfaat besar bagi dunia sains, kesehatan, hingga energi.
Apa Itu Reaktor Nuklir?
Reaktor nuklir adalah tempat berlangsungnya reaksi fisi, yaitu pemecahan inti atom (biasanya uranium) yang menghasilkan energi panas. Energi ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, tergantung jenis reaktornya.
Ada dua jenis reaktor:
Reaktor daya: digunakan untuk menghasilkan energi listrik.
Reaktor riset: digunakan untuk penelitian, produksi radioisotop, dan uji material.
Kenapa Reaktor Nuklir Bisa Aman?
Sebenarnya, reaktor nuklir memiliki sistem pengamanan berlapis, baik dari segi desain, bahan, hingga prosedur operasional. Berikut beberapa alasan kenapa reaktor nuklir bisa dikatakan aman:
1. Kontrol Populasi Neutron
Reaktor dikendalikan agar jumlah neutron tetap stabil. Neutron inilah yang memicu reaksi berantai, jadi jumlahnya harus diatur dengan presisi.
2. Penggunaan Batang Kendali (Boron)
Boron digunakan untuk menyerap neutron berlebih agar reaksi tidak lepas kendali. Posisi batang boron bisa dinaik-turunkan secara otomatis.
3. Desain Komponen Reaktor
– Bahan bakar: terdiri atas batang uranium
– Reflektor: menggunakan berilium agar reaksi efisien
– Struktur berlapis: mencegah kebocoran radiasi keluar
– Pengawasan Ketat oleh Lembaga Resmi
Di Indonesia, semua reaktor diawasi oleh BRIN dan BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir). Protokol keselamatan diterapkan sangat ketat.
Reaktor Riset dan Manfaatnya
Reaktor riset seperti yang ada di BRIN Serpong, yaitu Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS), digunakan bukan untuk pembangkitan listrik, melainkan untuk berbagai keperluan riset dan aplikasi teknologi.
Beberapa di antaranya adalah:
1. Produksi radioisotop untuk keperluan medis seperti terapi kanker dan pencitraan organ dalam
2. Pengawetan batu topas melalui proses iradiasi untuk meningkatkan kualitas warna batu
3. Uji ketahanan material industri, terutama bahan logam terhadap paparan radiasi
4. Pelatihan dan edukasi bagi mahasiswa, teknisi, serta peneliti dari berbagai bidang
Menurut data dari Pusat Riset Teknologi Nuklir — BRIN, RSG-GAS telah menjadi fasilitas penting untuk produksi radioisotop medis seperti Iodium-131 dan Technetium-99m, yang banyak digunakan di rumah sakit di Indonesia. Selain itu, BRIN juga menjalin kerja sama dengan pelaku industri dalam pengolahan batu mulia dan pengujian bahan industri.
(Sumber: https://brin.go.id, Pusat Riset Teknologi Nuklir)
Teknologi nuklir bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan dipahami. Dengan pengelolaan yang tepat dan sistem keamanan yang ketat, reaktor nuklir bisa menjadi solusi masa depan, baik dalam bidang energi, kesehatan, maupun penelitian ilmiah.
Nuklir itu bukan ancaman jika dipahami dan dikelola dengan benar. Yuk, kenali teknologinya sebelum menilainya!