Nganjuk, Jawa Timur – Sabtu, 12 Juli 2025 – Semangat kebanggaan akan warisan sejarah lokal hari ini membuncah di Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 60 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari berbagai penjuru Nganjuk secara antusias mengikuti pembukaan “Traveling Vintage” gelombang pertama, sebuah inisiatif edukatif yang dirancang untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan sejarah daerahnya.
Pembukaan acara berlangsung di Museum Anjuk Ladang, yang sekaligus menjadi titik kumpul seluruh peserta. Suasana pagi yang cerah menyelimuti area museum, sebuah tempat di mana artefak-artefak berharga menceritakan kisah panjang peradaban Nganjuk, menciptakan atmosfer yang inspiratif bagi perjalanan yang akan segera dimulai. Para pelajar tampak penuh semangat, mendengarkan arahan dan informasi awal sebelum melangkah ke petualangan sejarah mereka.
Anna Nur Nita, seorang sejarawan lokal kebanggaan Nganjuk sekaligus inisiator dan ketua pelaksana kegiatan “Traveling Vintage”, menyampaikan sambutan yang penuh makna. “Traveling Vintage” adalah perpaduan dua kata yang mengandung makna mendalam tentang sebuah perjalanan. Secara harfiah, “Traveling” dimaknai sebagai aktivitas menjelajah atau mendatangi berbagai tempat. Ini merujuk pada aspek fisik dari pergerakan, yaitu proses mengunjungi lokasi-lokasi baru.
Sementara itu, kata “Vintage” merujuk pada sesuatu yang sudah lama, berasal dari masa lampau, atau memiliki nilai historis. Dalam konteks “Traveling Vintage”, kata ini mengarahkan fokus perjalanan pada destinasi-destinasi yang kaya akan sejarah, peninggalan budaya, atau nuansa masa lalu.
Dengan demikian, “Traveling Vintage” dapat dideskripsikan sebagai sebuah konsep perjalanan yang mengajak pelakunya untuk menjelajahi atau mendatangi tempat-tempat yang memiliki nilai historis dan berkaitan dengan masa lampau. Ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah penjelajahan yang berorientasi pada penggalian kembali jejak-jejak peradaban, merasakan atmosfer masa lalu, dan memahami warisan budaya yang telah bertahan melintasi waktu. Ini adalah undangan untuk menyelami dan menghargai “vintage” dalam wujud tempat, cerita, dan benda-benda peninggalan. Kami ingin kalian tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mencintai dan bangga akan warisan tak ternilai dari nenek moyang kita,” ujar Anna dengan nada penuh harap dan motivasi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar rekreasi, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan. “Kami memiliki mimpi besar, yaitu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya melestarikan peninggalan berharga ini. Warisan sejarah adalah identitas kita, cermin peradaban yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Setelah sesi pembukaan yang khidmat, rombongan pelajar akan memulai penjelajahan sejarah mereka. Museum Anjuk Ladang, yang menyimpan koleksi prasasti, arca, dan fosil purba, akan menjadi pemberhentian pertama yang kaya informasi. Perjalanan akan dilanjutkan ke Candi Lor, situs peninggalan Prabu Airlangga yang terbuat dari bata merah.
Selanjutnya, peserta akan bertolak ke Museum Dr. Soetomo Nganjuk, untuk mengenang perjuangan dan kontribusi pahlawan nasional asal Nganjuk dalam bidang kesehatan dan pergerakan kemerdekaan. serta Candi Ngetos, yang diyakini sebagai tempat pendharmaan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Terakhir, kunjungan akan ditutup di Masjid Al-Mubarok Berbek, sebuah masjid kuno dengan perpaduan arsitektur Jawa-Islam dan Hindu-Buddha yang unik, yang menjadi saksi bisu perkembangan Islam di wilayah ini. Setiap lokasi yang dipilih memiliki cerita dan nilai sejarah yang mendalam, diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan tak terlupakan bagi setiap peserta.
“Traveling Vintage” diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam menumbuhkan kesadaran sejarah dan budaya di kalangan generasi muda Nganjuk. Lebih dari sekadar kunjungan, ini adalah upaya nyata untuk memperkuat rasa cinta dan tanggung jawab mereka terhadap warisan leluhur, memastikan bahwa jejak-jejak peradaban Nganjuk akan terus lestari, menginspirasi, dan menjadi kebanggaan bagi generasi-generasi mendatang.