SURABAYA – Sebanyak 63 peserta didik terbaik dari sekolah menengah kejuruan di seluruh kota dan kabupaten se-Provinsi Jawa Timur berkompetisi dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pemasaran Digital Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Ajang ini menjadi istimewa karena merupakan satu-satunya cabang lomba yang dilaksanakan langsung di lingkungan industri, bertempat di Yamaha.
Kompetisi difokuskan pada dua modul utama: Modul Komunikasi dan Layanan Pelanggan (Offline) serta Modul Penjualan dan Layanan Digital (Online). Pada hari pertama di SMKN 1 Surabaya, peserta diuji dalam simulasi pelayanan dealer. Hari berikutnya, para peserta melakukan siaran langsung (Live Streaming) serentak selama 2 jam di Sentra Yamaha Dupak Surabaya untuk mempromosikan produk unggulan seperti Grand Filano dan Fazzio.

Ahmad Madani (Sekjen KOMISI & Juri LKS Nasional): “Penyelarasan kompetensi ini sangat penting. Kami fokus pada kompetensi inti yang paling dibutuhkan industri saat ini agar efisiensi waktu penjurian tetap terjaga tanpa mengurangi objektivitas penilaian sedikit pun.”
Aditya Triputranto (Manager HRD T&D PT Surya Timur Sakti Jatim): “Kami di Yamaha bangga menjadi bagian dari perjalanan ini. Mengajak siswa terjun langsung ke dealer memberikan mereka gambaran nyata tentang standar layanan pelanggan dan strategi konten yang diinginkan dunia kerja.”
Richa Asri Devianti (Ketua DPD KOMISI Jatim & Senior SPV Astra Daihatsu Motor): “Kualitas visual branding dan penggunaan teknik copywriting AIDA yang ditunjukkan para peserta sangat kompetitif. Ini adalah ajang pembuktian profesionalisme siswa SMK.”
Bapak Anton Sujarwo, M.Pd (Kepala Sekolah SMKN 1 Surabaya): “Sebagai tuan rumah, kami berkomitmen memastikan teknis lomba berjalan objektif. Sinergi antara sekolah dan industri seperti ini adalah kunci sukses pendidikan vokasi masa depan.”
Testimoni Peserta: “Pengalaman live streaming bareng 62 orang lainnya di Sentra Yamaha itu luar biasa. Kita benar-benar merasa seperti praktisi profesional,” ujar Zahra Aglenia Feronika dari SMKN 1 Turen. Utya Nurusshofa dari SMKN 1 Ponorogo menambahkan, “Tantangan tersulit adalah menangani keberatan pelanggan secara mendadak, tapi itu mengasah mental kami.”
LKS Pemasaran Digital 2026 membuktikan bahwa talenta vokasi Jawa Timur siap memimpin di era ekonomi digital.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































