Provinsi Banten, selain dikenal dengan Kesultanan Banten dan wisata pantai, menyimpan harta karun sejarah yang berasal dari masa prasejarah. Salah satunya adalah Situs Batu Lingga di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, yang merupakan peninggalan tradisi megalitik berupa gugusan menhir atau batu tegak.
Situs yang secara administratif berada di Kampung Batu Lingga, Desa Sidamukti ini, menjadi saksi bisu perkembangan peradaban di Banten sejak ribuan tahun silam.
JEJAK MEGALITIK DI TENGAH SAWAH
Situs Batu Lingga Baros terletak unik, berada di tengah-tengah hamparan sawah. Terdapat sembilan menhir atau batu tegak yang tersusun dalam suatu pola berdasarkan ukurannya.
Menhir terbesar berada di sisi timur, sementara yang berukuran lebih kecil berada di barat.
● Jenis Peninggalan: Menhir (Batu Tegak).
● Jumlah Menhir: 9 buah.
● Lokasi: Kampung Batu Lingga, Desa Sidamukti, Baros, Kabupaten Serang.
● Asal Tradisi: Masa Megalitikum.
Menurut Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah setempat, menhir adalah tinggalan dari tradisi megalitik yang fungsinya dapat bersifat religius (sarana pemujaan arwah leluhur) maupun profan. Di Situs Batu Lingga Baros, sejauh ini belum ditemukan tinggalan megalitik lain selain menhir.

MISTERI PERTEMPURAN SABUNG AYAM DAN PANGERAN BUNCIRENG
Keberadaan batu-batu tegak ini tidak lepas dari cerita rakyat dan legenda yang beredar di masyarakat setempat. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah hubungannya dengan Kerajaan Pajajaran dan Kesultanan Banten.
Konon, Batu Lingga ini merupakan patok atau penanda tempat dilakukannya pertempuran sabung ayam atau adu kesaktian antara Pangeran Maulana Hasanuddin (Pangeran SabaKingkin), pendiri Kesultanan Banten, dengan Raja Pucuk Umun (Sunda Wiwitan).
“Menurut sebagian dongeng legenda warga setempat, Situs Batu Lingga merupakan sebuah simbol atau ciri di mana terjadi pertempuran sabung ayam yang menentukan batas kekuasaan,” ungkap salah satu pegiat sejarah lokal.
Selain itu, legenda lain mengaitkannya dengan kisah Pangeran Buncireng, putra selir raja yang diasingkan di daerah Baros. Batu-batu ini juga dipercaya oleh sebagian orang sebagai tempat yang menyimpan harta karun atau memiliki penunggu gaib.

TANTANGAN PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN WISATA SEJARAH
Meskipun telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah dan dilestarikan oleh lembaga purbakala, Situs Batu Lingga Baros menghadapi tantangan, terutama dalam hal fasilitas penunjang.
Upaya pengembangan situs ini sebagai destinasi wisata sejarah terus dilakukan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mempromosikan nilai sejarahnya.
Diharapkan, dengan promosi dan fasilitas yang memadai, Situs Batu Lingga dapat menjadi salah satu tujuan utama wisata sejarah dan pendidikan di Banten, sekaligus menjaga warisan budaya tak ternilai ini dari ancaman kerusakan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































