Di tengah arus teknologi yang cepat, muncul gagasan bahwa transformasi digital hanyalah urusan remaja. Namun, “Pendidikan menyalakan api, bukan mengisi bejana,” kata filsuf Yunani kuno Socrates. Kata-kata ini mengingatkan kita bahwa belajar, termasuk belajar teknologi, adalah proses membangkitkan keinginan untuk terus berkembang tanpa terhalang usia.
Dunia digital sering tampak rumit bagi banyak orang dewasa. Namun, Prof. John P. Walsh dari University of Illinois menyatakan, “Kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru adalah bentuk literasi abad ke-21 yang harus dikuasai semua usia.” Pernyataan ini menegaskan bahwa melek digital adalah kebutuhan utama untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern dan bukan lagi pilihan.
Usia bukan penghalang untuk terus berkembang di era digital. Di tengah pesatnya teknologi, orang dewasa justru memiliki pengalaman hidup yang menjadi modal kuat untuk beradaptasi dan belajar hal baru.
Berikut lima langkah praktis untuk memulai transformasi digital. Saatnya menunjukkan bahwa belajar dapat dimulai kapan saja, termasuk hari ini.
Langkah 1: Mengubah Pola Pikir: Dari “Tertinggal” menjadi “Pembelajar Sepanjang Hayat”
Membangun kembali mindset adalah langkah pertama dan paling penting. Dalam bukunya “Mindset: The New Psychology of Success”, psikolog Carol Dweck memperkenalkan ide “mindset growth”, yang merupakan keyakinan bahwa kemampuan dapat dicapai melalui kerja keras dan dedikasi, yang bertentangan dengan “mindset fixed”, yang berpendapat bahwa kemampuan adalah statis.
Mengubah narasi internal dari “Saya terlalu tua untuk belajar ini” menjadi “Ini kesempatan saya untuk memperluas wawasan” bagi orang dewasa berarti menerapkan sudut pandang pertumbuhan. Ketika ditanya mengapa ia terus berlatih cello setiap hari, maestro musik klasik Pablo Casals, 93 tahun, menjawab, “Karena saya merasa masih ada kemajuan.”
Langkah 2: Memulai dari “Kebutuhan Nyata”, Bukan “Trend Semata”
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula adalah mencoba mempelajari semua hal secara bersamaan. Mulailah dengan menemukan satu hal penting yang Anda butuhkan dalam hidup Anda. Apakah itu untuk menghubungi keluarga melalui video call? Penggunaan aplikasi digital untuk mengelola keuangan? Atau belajar tentang hobi Anda dengan kursus online? Metode yang didasarkan pada kebutuhan ini menghasilkan dorongan intrinsik yang kuat. Menurut prinsip andragogi, pendidikan orang dewasa, belajar paling efektif ketika dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata.
Langkah 3: Mempelajari Keamanan dan Kritikalitas dalam “Literasi Digital Dasar”
Pahami dasar-dasar keamanan digital dan berpikir kritis sebelum Anda mulai. Ini termasuk membuat kata sandi yang kuat, mengidentifikasi phishing (penipuan online), dan memverifikasi data sebelum dikirim.
Dr. Safitri Yuniarti, seorang pakar media digital, menyatakan, “Literasi digital bukan sekadar bisa mengoperasikan gawai, tetapi mampu menggunakan teknologi dengan cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.” Langkah ini berfungsi sebagai tameng untuk menjelajahi dunia digital dengan aman dan percaya diri.
Langkah 4: Menggunakan “Microlearning” untuk Belajar: 15 Menit Secara Konsisten
Orang dewasa yang sibuk sangat menyukai konsep “microlearning”, yang berarti belajar dalam jumlah kecil dan dengan fokus. Alokasikan lima belas menit setiap hari untuk melihat satu fitur aplikasi, menonton satu video tutorial singkat, atau membaca satu artikel yang membahas panduan digital.
Konsekuensi adalah penting. “Perubahan kecil yang konsisten dapat membuahkan hasil yang luar biasa,” kata James Clear, penulis “Atomic Habits.” Anda akan melihat kemajuan dalam beberapa bulan jika Anda hanya melakukan satu langkah kecil setiap hari.
Langkah 5: Menerapkan “Prinsip Coba-Gagal-Coba Lagi” (Trial and Error)
Bersiaplah untuk canggung dan salah. Anda menekan tombol yang salah? Jangan khawatir; itu adalah bagian dari proses. Eksperimen adalah dasar dari dunia teknologi. “Saya tidak gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil,” kata penemu Thomas Edison tentang proses pembuatan lampu.
Jadikan setiap “kesalahan” sebagai sumber pembelajaran. Tutup semua aplikasi yang membuat Anda bingung, tarik napas, dan coba lagi. Dengan lebih banyak interaksi, otak Anda membentuk “jalur neural” baru untuk kemampuan ini.
Teknologi Meningkatkan Kemanusiaan. Sebenarnya, menguasai semua algoritma terbaru bukanlah satu-satunya hal yang diperlukan untuk transformasi digital orang dewasa. Ini adalah perjalanan humanistik yang bertujuan untuk memberdayakan diri sendiri, mempertahankan hubungan dengan dunia yang berubah, dan menemukan cara baru untuk berkarya, berinteraksi, dan berkontribusi.
Belajar teknologi di usia dewasa adalah contoh nyata dari semangat “relearn”, sebuah pernyataan bahwa keinginan untuk tumbuh tidak pernah hilang. Mulailah dengan langkah kecil hari ini dan nikmati setiap langkah. Dunia maya mengharapkan partisipasi bijak Anda.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































