Era globalisasi membawa pengaruh positif dan negatif terhadap penggunaan gadget untuk kita semua dan juga anak-anak. Adanya gadget yang terhubung dengan internet memegang peran penting terhadap tumbuh kembang anak. Penggunaan gadget tidak hanya dinikmati oleh orang dewasa saja, namun anak-anak juga dapat menggunakannya. Berdasarkan penelitian, saat ini anak berusia 8-10 tahun rata-rata menghabiskan waktu hampir 8 jam sehari menggunakan gadget. Sementara anak-anak dan remaja yang lebih besar usianya menghabiskan sekitar 11 jam per hari dengan media. Gadget memberi dampak positif dan negatif untuk kehidupan anak-anak. Jadi, penting bagi orang tua untuk mepertimbangkan pengaruh gadget terhadap perkembangan anak. Dampak positif seperti dapat mengasah keterampilan motorik anak, kognitif anak, peningkatan pemecahan masalah. Sedangkan dampak negatif seperti mempengaruhi konsentrasi, kesulitan memahami pelajaran, interaksi sosial berkurang, risiko depresi dan dapat mengalami keterlambatan bicara.
Gadget seperti smartphone, tablet, dan perangkat elektronik lainnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Penggunaan gadget oleh anak-anak juga semakin meningkat, baik untuk tujuan hiburan, pendidikan, maupun komunikasi. Meski gadget menawarkan banyak manfaat, penggunaannya yang tidak terkendali dapat membawa dampak negatif pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami pengaruh gadget terhadap anak agar dapat mengelola penggunaannya secara bijaksana.
Pengertian gadget
Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut sebagai “Acang” Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan” Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Gadget adalah piranti yang berkaitan dengan perkembangan teknologi masa kini. Yang termasuk gadget misalnya tablet, smartphone, notebook, dan sebagainya. Gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Diantaranya smartphone seperti iphone dan blackberry, serta notebook, perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet. Beraneka macam jenisnya untuk saat ini mudah didapatkan, karena harga dari berbagai jenis teknologi ini bervariasi ada yang murah dan ada juga yang mahal. Sesuai dengan kebutuhan ekonomi penggunanya. Dan setiap orang selalu ingin mempunyai teknologi yang semakin canggih, barang teknologi bukan menjadi barang yang langka untuk ditemukan.
Hampir semua aktifitas yang berhubungan dengan pendidikan, sosial-budaya, olahraga, ekonomi maupun politik selalu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mencari informasi dan membantu melaksanakan setiap kegiatan-kegiatannya dalam pemecahan suatu masalah. Dari pendapat tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa, gadget adalah suatu alat elektronik yang memiliki berbagai layanan fitur dan aplikasi yang menyajikan teknologi
Dampak Gadget Terhadap Tumbuh Kembang Anak
Gadget saat ini sudah banyak mengambil alih peran orang tua untuk mengasuh anak, banyak dari orang tua yang membiarkan anaknya untuk menggunakan gadget dari pada menemani anak untuk bermain karena orang tua yang terlalu sibuk atau malas menemani anak bermain, ada juga yang membiarkan anak bermain gadget karena tidak ingin anaknya menangis, hal ini juga dipertegaskan bahwa penyebab anak mengalami kecanduan bermain gadget yaitu karena orang tua yang terlalu sibuk dan sering melihat orang tua menggunakan gadget karena kesibukan orang tua akhirnya anak dibiarkan untuk bermain gadget. Padahal anak usia dini berada usia yang penting dalam kehidupan anak, karena itu orang tua berkewajiban untuk memastikan bahwa anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak adanya hal yang dapat menggangu tumbuh kembangnya seperti terhidar dari efek negatif penggunaan gadget. Anak usia dini akan lebih baik jika tidak menggunakan gadget atau ketika bermain gadget anak tidak dibiarkan, orang tua mendampingi anak, mengontrol penggunaanya dan orang tua tidak menggunakan gadget di depan anak jika memang tidak benar-benar diperlukan, orang tua akan lebih baik mendampingi anak bermain Permainan langsung. Orang tua berupaya untuk mencegah timbulnya dampak negatif dari penggunaan gadget, sudah mencoba dengan cara menggunakan aplikasi youtube kids agar konten yang muncul di dapat ter filter secara langsung di aplikasi akan tetapi karena sudah mampu untuk mencopot aplikasi sendiri, aplikasi tersebut juga di copot anak dari perangkat. cara lain yang digunakan orang tua untuk mengontrol penggunaan gadget dengan cara tidak membiarkan anak untuk sendiri saat menggunakan gadget, agar dapat mengontrol konten yang tidak sesuai dengan usia anak , selain itu juga terkadang orang tua menyuruh anak untuk bermain dengan anak-anak seusianya diluar agar teralihkan dari bermain gadget (Arnani & Husna, 2021).
Menurut “Mohammad Nizar (2024)” berikut ini beberapa dampak negatif dari gadget untuk perkembangan anak:
a.) Sulit konsentrasi pada dunia nyata
Rasa kecanduan atau adiksi pada gadget akan membuat anak mudah bosan, gelisah dan marah ketika dia dipisahkan dengan gadget kesukaannya. Ketika anak merasa nyaman bermain dengan gadget kesukaannya, dia akan lebih asik dan senang menyendiri memainkan gadget tersebut. Akibatnya, anak akan mengalami kesulitan beriteraksi dengan dunia nyata, berteman dan bermain dengan teman sebaya.
b.) Terganggunya fungsi PFC
Kecanduan teknologi selanjutnya dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. PFC atau Pre Frontal Cortex adalah bagian didalam otak yang mengotrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya. Anak yang kecanduan teknologi seperti games online, otaknya akan memproduksi hormon dopamine secara berlebihan yang mengakibatkan fungsi PFC terganggu.
c.) Introvert
Ketergantungan terhadap gadget pada anak-anak membuat mereka menganggap bahwa gadget itu adalah segala-galanya bagi mereka. Mereka akan galau dan gelisah jika dipisahkan dengan gadget tersebut. Sebagian besar waktu mereka habis untuk bermain dengan gadget. Akibatnya, tidak hanya kurangnya kedekatan antara orang tua dan anak, anak juga cenderung menjadi introvert.
Efek Media Sosial
1. Efek Media Sosial
Media sosial telah menjadi salah satu bentuk komunikasi yang paling populer, terutama di kalangan anak muda. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa lebih dari 60% remaja menggunakan media sosial setiap hari. Meskipun media sosial dapat menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, media sosial juga dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.
2. Efek Negatif Media Sosial
Salah satu dampak negatif dari media sosial adalah dapat menyebabkan kecanduan. Penelitian telah menunjukkan bahwa media sosial bisa membuat ketagihan seperti narkoba atau alkohol. Efek negatif lainnya adalah dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Ini karena orang membandingkan hidup mereka dengan kehidupan “sempurna” yang mereka lihat di media sosial dan merasa tidak sesuai. Hal ini juga dapat menyebabkan cyberbullying. Ini adalah saat orang menggunakan media sosial untuk menindas orang lain dengan memposting komentar jahat atau menyebarkan desas-desus tentang mereka.
3. Efek Positif Media Sosial
Terlepas dari efek negatifnya, media sosial juga dapat memiliki beberapa efek positif pada perkembangan anak. Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, terutama jika Anda tinggal jauh dari mereka. Hal ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunkasi.
Perkembangan Mental
Tidak dapat disangkal bahwa gadget modern telah merevolusi cara kita hidup. Mereka telah membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman dalam banyak hal. Namun, ada juga beberapa potensi kerugian dari meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pengaruh gadget terhadap perkembangan mental anak. Beberapa ahli percaya bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menatap layar dapat memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan memperhatikan. Selain itu, ini juga dapat menyebabkan masalah dengan memori jangka pendek.
Kekhawatiran lainnya adalah gadget dapat membuat anak sulit bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan lebih banyak anak menghabiskan waktu bermain dengan ponsel atau tablet mereka, mereka mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk terlibat dalam interaksi tatap muka dengan teman sebayanya. Hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan keterampilan sosial mereka. Secara keseluruhan, ada efek positif dan negatif dari gadget modern pada perkembangan anak. Orang tua perlu menyadari kedua belah pihak sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat tentang penggunaan perangkat ini oleh anak mereka.
Oleh : Nova fairuz, Asifa, Najwa Sabila, Mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar, universitas Pamulang
Daftar Pustaka
Wahyuni, S. (2020). Pengaruh Gadget terhadap Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 112-125. https://doi.org/10.62567/micjo.v1i4.264
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2021). Dampak Penggunaan Teknologi terhadap Perkembangan Anak, Jakarta: Kemendikbud https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/penyuluhan-dampak-kecanduan-gadget-pada-anak
Sosialisasi Pengaruh Gadget pada Anak (2024) “Menurut Mohammad Nazir (2003:16)”
Arnani, N. P. R., & Husna, F. H. (2021). Perbedaan Kecenderungan Adiksi
Gadget Siswa Sekolah Dasar Ditinjau dari Jenis Kelamin. Psycho Idea, 19(01), 57–64. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v19i1.7489
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































