Langkat (Humas) – Jumat, (26/12/2025). Seorang siswa kelas VI-B MIN 9 Langkat bernama Muhammad Bilal Dermawan Karo-Karo menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam bidang keagamaan. Ia kini aktif menjadi seorang muazin di Musala Hudallillmuttaqin yang berlokasi di Desa Lubuk Kertang. Kegiatan mulia ini dilakukannya di musala yang terletak tidak jauh dari rumahnya di Kecamatan Brandan Barat. Meskipun masih duduk di bangku sekolah dasar, tanggung jawab yang ia pikul sangatlah besar dan menginspirasi. Bilal membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada masyarakat dan agama.
Walaupun statusnya masih pelajar kelas VI, Bilal sudah sangat sering mengumandangkan azan untuk salat lima waktu. Setiap waktu salat tiba, ia dengan sigap menuju musala guna bersiap memanggil para jamaah setempat. Kedisiplinannya dalam menjalankan tugas sebagai muazin telah diakui oleh warga di sekitar Desa Lubuk Kertang. Bilal hampir tidak pernah absen untuk mengumandangkan panggilan suci tersebut di Musala Hudallillmuttaqin. Hal ini menjadikannya sosok teladan bagi anak-anak sebaya yang tinggal di lingkungan tempat tinggalnya.
Kualitas suara yang dimiliki oleh Bilal saat mengumandangkan azan terdengar sangat merdu dan menyentuh hati. Lantunan azannya yang indah menggema ke seluruh pelosok desa untuk mengajak umat muslim melaksanakan ibadah salat. Warga sekitar merasa sangat terkesan dengan cengkok dan artikulasi azan yang dibawakan oleh siswa madrasah ini. Suara merdu tersebut menjadi ciri khas tersendiri yang dinanti-nantikan oleh para jamaah musala setiap harinya. Melalui suaranya, Bilal berhasil menciptakan suasana religius yang kental di tengah masyarakat Desa Lubuk Kertang.
Bilal memiliki harapan yang besar untuk masa depannya di bidang dakwah dan kepemimpinan agama Islam. Ia bercita-cita ingin menjadi generasi penerus yang handal, baik sebagai muazin profesional maupun imam salat. Keinginannya ini didasari oleh rasa cinta yang mendalam terhadap aktivitas ibadah di dalam masjid dan musala. Bilal terus mengasah kemampuannya agar suatu saat nanti bisa memimpin salat jamaah dengan bacaan yang fasih. Cita-cita mulia ini ia tanamkan kuat-kuat sembari terus menimba ilmu di bangku sekolah dasar.
Perilaku yang ditunjukkan oleh Bilal merupakan salah satu cerminan nyata dari profil siswa madrasah yang soleh. Ia mampu menyelaraskan antara kewajiban menuntut ilmu formal dengan pengabdian spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akhlakul karimah yang melekat pada dirinya menjadikannya pribadi yang rendah hati dan sangat dihormati oleh orang dewasa. Sosok Bilal menjadi bukti kesuksesan pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Langkat. Ia tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang sangat membanggakan.
Kepala MIN 9 Langkat, Sopian, S. Pd. I., M. Sos., menyatakan rasa bangganya yang sangat mendalam kepada Bilal. Beliau menilai bahwa apa yang dilakukan Bilal adalah sebuah prestasi non-akademik yang patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kepala Madrasah berharap agar bakat dan keberanian Bilal dapat terus dipupuk hingga ke jenjang pendidikan selanjutnya. Beliau juga berpesan agar Bilal tetap konsisten dalam jalur dakwah dan selalu menjaga nama baik madrasah. Dukungan penuh dari pimpinan madrasah menjadi energi tambahan bagi Bilal untuk terus berkarya di musala.
Keberhasilan Bilal dalam mengumandangkan azan yang bagus tidak lepas dari peran penting wali kelasnya di sekolah. Muhammad Syafii, S. Pd. I., selaku wali kelas VI-B, memberikan dukungan penuh serta bimbingan teknis kepada Bilal. Sang guru turut mengajari Bilal secara detail mengenai teknik pernapasan dan lantunan azan yang benar sesuai kaidah. Bimbingan intensif ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap panggilan salat yang dikumandangkan memiliki kualitas yang terbaik. Sinergi antara guru dan siswa ini menciptakan hasil yang nyata dalam pengembangan bakat keagamaan di sekolah.
Di sekolah, Bilal juga dikenal sebagai murid yang rajin dan selalu memperhatikan penjelasan guru dengan sangat baik. Teman-teman sekelasnya merasa bangga memiliki rekan yang memiliki keberanian tampil sebagai muazin di lingkungan tempat tinggal. Selain fokus pada kegiatan musala, ia tetap memprioritaskan tugas-tugas sekolahnya agar prestasi belajarnya tetap stabil. Guru-guru di MIN 9 Langkat senantiasa memberikan motivasi agar Bilal bisa menyeimbangkan antara hobi dan kewajiban belajar. Disiplin waktu menjadi kunci utama bagi Bilal dalam menjalani kesehariannya sebagai siswa dan muazin.
Kisah Muhammad Bilal Dermawan Karo-Karo ini diharapkan dapat memacu semangat siswa lainnya untuk berani tampil di masyarakat. MIN 9 Langkat berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang unggul dalam iman, ilmu, dan juga amal saleh. Kehadiran muazin cilik seperti Bilal memberikan secercah harapan bagi masa depan syiar Islam di Kabupaten Langkat. Masyarakat Desa Lubuk Kertang kini memiliki aset berharga berupa kader imam dan muazin masa depan yang tangguh. Semoga langkah kecil Bilal ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi dirinya dan kedua orang tuanya. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































