Kantor Desa Dayeuh menjadi pusat kegiatan literasi anak pada Minggu, 11 Januari 2026, ketika Venezia Membaca berkolaborasi dengan Lentera Mengajar dan Pemerintah Desa Dayeuh menyelenggarakan kegiatan Baca Buku Gratis dan Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 35 peserta anak-anak dari lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata untuk menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta kecintaan anak terhadap dunia literasi sejak usia dini, sekaligus memperkuat peran komunitas dan desa dalam mendukung pendidikan nonformal di tengah masyarakat.
Sejak pukul 06.30 WIB, panitia dari Venezia Membaca telah berada di lokasi untuk melakukan persiapan teknis, mulai dari penataan area kegiatan, penyusunan buku-buku bacaan anak yang akan digunakan peserta, hingga pengaturan tempat registrasi. Satu per satu peserta mulai berdatangan dengan didampingi oleh orang tua, menciptakan suasana yang hangat dan penuh antusiasme sejak pagi hari. Kehadiran orang tua tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai bentuk dukungan keluarga terhadap kegiatan literasi anak di luar lingkungan sekolah formal.

Memasuki pukul 07.00 WIB, jumlah peserta yang hadir semakin bertambah dan panitia mulai mengarahkan anak-anak untuk melakukan registrasi ulang sebagai bagian dari pendataan peserta lomba. Setelah proses registrasi, sebagian peserta dipersilakan untuk membaca buku terlebih dahulu yang telah disediakan oleh Venezia Membaca, sementara yang lain memanfaatkan waktu untuk sarapan sebelum kegiatan inti dimulai. Pada waktu yang sama, relawan dari Lentera Mengajar mulai berdatangan dan langsung turut membantu mengondisikan area kegiatan, mendampingi anak-anak saat membaca, serta memastikan peserta merasa nyaman dan percaya diri mengikuti rangkaian acara.

Sekitar pukul 07.40 WIB, kegiatan resmi dimulai dan dibuka oleh pembawa acara (MC) yang kemudian mengarahkan peserta untuk mengikuti sesi storytelling yang dibawakan oleh Kak Yoga. Dalam sesi ini, anak-anak tidak hanya diajak mendengarkan cerita, tetapi juga diperkenalkan dengan alat musik biola sebagai media edukatif yang menarik perhatian mereka. Selain itu, diperkenalkan pula sosok pahlawan nasional Wage Rudolf Supratman, tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif dan ramah anak, sehingga peserta tidak hanya terhibur, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru yang mengaitkan literasi dengan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya nasional.

Tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan lomba mewarnai yang menjadi salah satu agenda utama dalam program ini. Anak-anak tampak antusias mengekspresikan kreativitas mereka melalui warna dan gambar, sementara panitia dan relawan terus mendampingi untuk menjaga ketertiban serta memberikan motivasi. Lomba berlangsung hingga pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan motorik dan kreativitas anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri, sportivitas, serta keberanian untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama.

Namun, suasana sempat berubah ketika hujan deras turun disertai mendung tebal, sehingga demi keamanan dan kenyamanan peserta, seluruh rangkaian kegiatan sementara dipindahkan ke dalam ruangan Kantor Desa Dayeuh. Meski kondisi cuaca tidak mendukung, hal tersebut tidak mengurangi semangat peserta maupun panitia. Justru, suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh pihak saling bekerja sama menyesuaikan kondisi lapangan agar kegiatan tetap dapat berlangsung dengan baik.

Setelah proses penilaian selesai dilakukan oleh panitia, acara dilanjutkan pada pukul 10.30 WIB dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah, mulai dari kategori juara harapan hingga juara 1, 2, dan 3. Momen ini menjadi puncak kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh para peserta. Anak-anak yang berhasil meraih juara menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka, sementara peserta lain tetap diberikan motivasi agar terus semangat belajar dan berkarya. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan peserta, panitia, relawan Lentera Mengajar, serta Kepala Desa Dayeuh, sebagai simbol kebersamaan dan dukungan semua pihak terhadap gerakan literasi anak di desa.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong budaya membaca di kalangan anak-anak, menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan di luar sekolah, serta memperkenalkan literasi sebagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan membaca buku, storytelling, pengenalan tokoh nasional, serta kegiatan kreatif seperti lomba mewarnai, anak-anak diharapkan tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga pengalaman belajar yang bermakna. Selain itu, kolaborasi antara komunitas literasi, lembaga pendidikan nonformal, dan pemerintah desa menjadi bukti bahwa penguatan literasi dapat dilakukan melalui kerja sama lintas elemen masyarakat.

Venezia Membaca bersama Lentera Mengajar dan Pemerintah Desa Dayeuh berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah, sehingga literasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tumbuh sebagai kebiasaan, kebutuhan, dan budaya positif sejak usia dini. Dengan dukungan orang tua, relawan, dan pemerintah desa, gerakan literasi di tingkat akar rumput diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda di masa depan.


Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































