Tak terasa, waktu terus bergulir dan sebentar lagi kita akan kembali memasuki bulan yang penuh berkah, bulan suci Ramadhan. Bulan di mana pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu neraka tertutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Bagi umat Islam, Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah spiritual yang mengajarkan banyak hal tentang kesabaran,
keikhlasan, dan peningkatan kualitas diri.
Ir. Apung Hadiat Purwoko, MSI, seorang cendekiawan muslim yang dikenal dengan pandangan-pandangannya yang menyejukkan, mengajak kita semua untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Beliau menekankan pentingnya kewaspadaan yang matang, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
Lebih dari Sekadar Puasa Fisik
“Ramadhan akan segera tiba, ini adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Mari kita sambut dengan penuh suka cita dan persiapan terbaik,” ujar Ir. Apung. “Puasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban yang telah Allah tetapkan bagi kita, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183:”
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa diwajibkan sebagaimana atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”)
“Ayat ini dengan jelas menegaskan tujuan utama puasa: agar kita bertakwa,” lanjut Ir. Apung. Artinya, puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan dari kata-kata buruk, mata dari pandangan yang tidak pantas, telinga dari pendengaran maksiat, dan seluruh anggota tubuh dari melakukan dosa. Ini adalah waktu terbaik untuk introspeksi diri dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.
Momen untuk Memperbarui Hati dan Jiwa
Menurut Ir. Apung, Ramadhan adalah kesempatan langka untuk memulai kembali diri. Seperti perangkat lunak yang diperbarui, kita diajak untuk membersihkan “virus-virus” dosa dan menginstal “program-program” kebaikan baru.
“Selama 11 bulan kita disibukkan dengan berbagai aktivitas dunia. Kadang kita lupa, kadang kita lalai, dan mungkin banyak khilaf. Ramadhan hadir sebagai charger spiritual, sebagai bulan untuk membersihkan jiwa kita dari karat-karat dosa,” jelasnya. Mari kita niatkan Ramadhan kali ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Perbanyak membaca Al-Qur’an, qiyamul lail (salat malam), berinfak, dan mempererat tali silaturahmi.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan setiap detik Ramadhan. “Jangan sampai kita keluar dari Ramadhan dengan tangan kosong, tanpa ada perubahan berarti dalam diri kita. Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga saja.’ (HR. Ibnu Majah). Ini adalah peringatan bagi kita agar puasa kita tidak sia-sia,” tutup Ir. Apung Hadiat Purwoko, MSI, dengan harapan agar umat Islam dapat menyambut dan menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya,
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































