TANGSEL – Koperasi Merah Putih Kelurahan Cipayung, Kota Tangerang Selatan (Tangsel)mulai beroperasi dan mendapat respons positif dari masyarakat setelah melalui tahapan pembentukan pengurus hingga sosialisasi langsung ke berbagai kelompok warga.
Lurah Cipayung, Dini Nurlianti mengatakan, koperasi ini dihadirkan sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Dini menceritakan, pembentukan koperasi diawali dengan penyusunan struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari pengawas, pengurus, hingga ketua koperasi.
Ketua Koperasi Merah Putih Cipayung merupakan warga asli Cipayung, Fahmi, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat sehingga memudahkan koordinasi di lapangan.
Setelah kepengurusan terbentuk, Dini menerangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.
Setelah itu, lanjut Dini, sosialisasi dilakukan dengan mendatangi berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pertemuan RT dan RW, PKK, kader, Karang Taruna, hingga kegiatan keagamaan.
“Semua kelompok masyarakat kita sampaikan informasi mengenai Koperasi Merah Putih dan kita arahkan untuk menjadi anggota,” kata Dini, saat menunjukan lokasi Koperasi Merah Putih, di Kelurahan Cipayung, Tangsel, Rabu 14 Januari 2026.
Selain kelompok masyarakat, menurutnya, koperasi juga menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendataan UMKM dilakukan bekerja sama dengan PKCS atau Komunitas Kreatif Kecamatan Ciputat, yang selama ini aktif mendata UMKM di masing-masing kelurahan se-Kecamatan Ciputat.
Meski demikian, Dini mengakui, pada tahap awal masih banyak warga yang belum memahami konsep Koperasi Merah Putih, sebagian masyarakat mengira koperasi hanya bergerak di bidang simpan pinjam. sehingga, memilih tidak bergabung ketika mengetahui koperasi ini fokus pada penyediaan kebutuhan pokok.
Kendati demikian, lanjut Dini, pengurus tetap melanjutkan pengembangan koperasi, termasuk mencari lokasi usaha. Hingga akhirnya, sebuah kios di lingkungan pemukiman warga disewa dan dijadikan pusat kegiatan Koperasi Merah Putih Cipayung.
Menurut Dini, lokasi tersebut dipilih karena strategis dan berada dekat dengan masyarakat yang membutuhkan akses bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Saat ini, koperasi telah mulai beroperasi dan melayani masyarakat umum, meski pada prinsipnya transaksi diperuntukkan bagi anggota.
Melalui mekanisme tersebut, pengurus secara bertahap mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi anggota koperasi.
Hingga kini, banyak masyarakat Cipayung yang terdaftar menjadinanggota. Dan untuk menjadi anggota, masyarakat cukup mengisi formulir, melampirkan KTP, serta membayar simpanan wajib sebesar Rp50 ribu satu kali dan simpanan toko Rp20 ribu per bulan yang bersifat tabungan anggota.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Cipayung, Fahmi, mengatakan antusiasme masyarakat muncul karena koperasi mampu menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan pasaran.
“Kalau bicara antusiasme, masyarakat itu melihat dari sisi ekonomi. Kalau memang lebih murah, pasti antusias,” kata Fahmi.
Fahmi mencontohkan, harga beras yang dijual koperasi berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, sementara harga pasaran sudah mencapai Rp17.000 hingga Rp19.000 per kilogram.
Begitu pula, dengan gula yang dijual di kisaran Rp17.000-an, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000.
Menurutnya, harga lebih murah bisa diberikan karena koperasi mengambil barang langsung dari distributor, tanpa melalui banyak perantara.
Meski demikian, Fahmi mengakui saat ini masih terdapat kendala pada sisi suplai barang.
“Kita ingin anggota koperasi belanja lebih murah. Dulu koperasi malah lebih mahal, itu kan salah. Prinsip kita, anggota harus dapat harga lebih rendah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fahmi menambahkan, Koperasi Merah Putih Cipayung masih tergolong baru dan masih dalam tahap penguatan modal serta suplai.
Ke depan, koperasi tidak hanya fokus pada sembako, tetapi juga berencana mengembangkan unit usaha lain agar perputaran ekonomi anggota semakin optimal.
“Ini bisnis, tapi juga pengabdian. Modalnya dari anggota, keuntungannya juga kembali ke anggota,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































