CIPAYUNG – TPS 3R Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), telah konsisten mengelola sampah sejak 2014. Keberadaan fasilitas ini berawal dari persoalan serius penumpukan sampah yang sempat mengganggu lingkungan warga.
Ketua RW 12 Cipayung, Wawan Ridwan, mengungkapkan, bahwa sebelum pengolahan dilakukan secara rutin, wilayahnya sempat mengalami penumpukan sampah dengan ketinggian mencapai tujuh meter dan kedalaman sekitar empat meter.
Kondisi tersebut terjadi pada rentang 2012 hingga 2014.“Waktu itu sampah sudah terlalu lama dan tidak bisa diolah. Akhirnya kita sewa truk, lalu dibuang ke luar wilayah,” kata Wawan, saat dijumpai di TPS 3R, Rabu 14 Januari 2026
Sejak 2014, lanjut Wawan, pengelolaan sampah mulai dilakukan setiap hari. Dalam sehari, sekitar satu kuintal sampah diolah, dengan sekitar 40 persen dipilah untuk dijual kembali sebagai material daur ulang.
Kemudian, Wawan menerangkan, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara residu dimusnahkan dan abunya dimanfaatkan sebagai campuran tanah.
“Abu sisa pembakaran kita pakai untuk memperbaiki tanah karena di sini tanahnya merah dan lengket. Jadi tetap ada manfaatnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wawan menceritakan, Kompos yang dihasilkan tidak hanya digunakan oleh warga sekitar, tetapi juga dimanfaatkan untuk lahan pertanian dan diminati pihak dari luar daerah.
Menurutnya, pupuk organik sangat dibutuhkan, terutama pada tahap awal pengolahan lahan pertanian.
Selain kompos, TPS 3R Cipayung juga memanfaatkan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik.
Metode ini, dinilai lebih cepat dan efektif dibandingkan pengomposan konvensional.“Kalau dulu kompos bisa lama sekali. Dengan maggot, sekitar 10 hari sudah kering. Bau, panas, dan basahnya habis dimakan maggot,” jelasnya.
Selanjutnya, Sisa hasil pengolahan maggot kemudian dihaluskan, diayak, dan dikemas menjadi pupuk kasgot dengan nilai jual mencapai Rp 25 ribu per kilogram.
Meski demikian, keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan. Saat ini, hanya dua orang yang aktif terlibat langsung dalam proses pengolahan sampah di TPS 3R tersebut.
Wawan menambahkan, sebagian warga sudah mulai memilah sampah dari rumah, meskipun proses pemilahan lanjutan tetap dilakukan di lokasi. Seluruh sistem pengelolaan diarahkan untuk mencapai konsep zero waste.
“Di sini prinsipnya sampah harus habis. Kalau dikelola dengan benar, tumpukan sampah itu bukan masalah. Justru bisa jadi peluang,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































