Garut, 19 Januari 2026 — Upaya menanamkan karakter peduli lingkungan terus dilakukan di MIS Ar-Raudhotun Nur melalui berbagai kegiatan edukatif yang dekat dengan kehidupan siswa. Salah satunya dilakukan oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, guru kelas 3, yang mengajak para siswanya untuk belajar mencintai lingkungan madrasah dengan cara sederhana namun bermakna, yakni memungut sampah dan membuangnya ke dalam tong sampah yang tersedia di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran karakter yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai wujud keimanan. Para siswa tidak hanya diberikan penjelasan secara teori di dalam kelas, tetapi langsung diajak mempraktikkan nilai tersebut di lingkungan madrasah. Dengan pendampingan guru, siswa berkeliling halaman dan area sekitar kelas untuk memungut sampah yang berserakan, kemudian memasukkannya ke dalam tong sampah.
Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran sejak dini bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, menanamkan nilai peduli lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil dan dilakukan secara konsisten agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari siswa. “Menjaga kebersihan lingkungan madrasah bukan hanya soal kerapian, tetapi juga bagian dari iman. Nilai ini perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak tumbuh dengan kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab pribadi sekaligus wujud keimanan,” tutur Insan.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap arahan dengan penuh semangat dan keceriaan. Keceriaan tersebut semakin bertambah setelah pihak madrasah menyediakan tong sampah baru yang dilengkapi roda. Keberadaan tong sampah beroda ini membuat siswa merasa lebih senang dan tidak enggan untuk membuang sampah pada tempatnya. Bahkan, bagi sebagian siswa, mendorong tong sampah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Insan menambahkan bahwa fasilitas yang ramah anak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran karakter. Dengan menghadirkan sarana yang menarik dan mudah digunakan, siswa tidak merasa sedang diperintah, melainkan diajak untuk terlibat secara aktif dalam menjaga lingkungan madrasah. “Tong sampah yang memiliki roda ini membuat anak-anak lebih bahagia. Mereka merasa senang ketika membuang sampah, karena prosesnya terasa seperti bermain sambil belajar,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang terus terbawa hingga siswa berada di luar lingkungan madrasah. Nilai kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berlaku di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di rumah dan di masyarakat. Dengan demikian, madrasah menjadi tempat awal tumbuhnya karakter siswa yang bertanggung jawab, peduli, dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini, MIS Ar-Raudhotun Nur menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Kepedulian terhadap lingkungan madrasah dijadikan bagian dari proses pendidikan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































