SURABAYA – Magang sering kali dianggap sebagai tahap “belajar kerja” yang isinya rutinitas administratif. Namun, pengalaman magang di Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum (SDMU) PT Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 8 Surabaya menunjukkan bahwa dunia kerja jauh lebih dinamis dari sekadar duduk di balik meja.
Selama kurang lebih dua bulan, berbagai kegiatan dilalui secara langsung—mulai dari administrasi, pengelolaan SDM, hingga keterlibatan dalam acara besar perusahaan. Setiap tugas memberikan gambaran nyata bagaimana sistem besar PT KAI dijalankan oleh manusia-manusia di baliknya.
1. Adaptasi Awal dan Ritme Dunia Kerja
Masa awal magang diisi dengan pengenalan budaya kerja, alur kegiatan kantor, serta etika profesional yang berlaku di lingkungan SDMU. Tahap ini menjadi penting karena membantu memahami bagaimana ritme kerja berjalan, bagaimana komunikasi antardivisi dilakukan, dan bagaimana tanggung jawab dibangun sejak awal.
Dari proses adaptasi ini, terlihat bahwa dunia kerja tidak menuntut kesempurnaan, tetapi menuntut kemauan belajar, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
2. Administrasi dan Arsip: Pekerjaan Sunyi yang Menentukan
Sebagian besar aktivitas magang berkaitan dengan administrasi SDM dan keuangan. Kegiatan yang dilakukan meliputi penginputan dan verifikasi data pegawai, slip gaji, serta dokumen pensiun. Selain itu, terdapat pula tugas digitalisasi dokumen dan penataan arsip fisik, agar data tersimpan rapi dan mudah diakses.
Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini menuntut ketelitian tinggi. Kesalahan kecil dalam data dapat berdampak besar, sehingga proses administrasi menjadi fondasi penting dalam menjaga ketertiban sistem organisasi.
3. Penataan Dokumen Pensiun: Ketelitian dan Tanggung Jawab
Salah satu tugas yang cukup krusial adalah packing dan penataan dokumen pensiunan. Dokumen harus disusun rapi, dilabeli dengan jelas, dan dipastikan kelengkapannya.
Di balik berkas-berkas tersebut, tersimpan hak dan perjalanan panjang pengabdian pegawai. Karena itu, tugas ini dikerjakan dengan kehati-hatian ekstra dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
4. Absensi, Apel Pagi, dan Budaya Disiplin
Kegiatan rutin seperti absensi pegawai dan apel pagi juga menjadi bagian dari pengalaman magang. Selain membantu kelancaran administrasi absensi, kegiatan ini memberikan gambaran bagaimana disiplin dibangun melalui kebiasaan harian.
Budaya kerja yang tertib dan konsisten menciptakan suasana kantor yang teratur, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarpegawai.

5. Sosialisasi, Seminar, dan Kegiatan Internal
Selama magang, terdapat keterlibatan dalam berbagai sosialisasi, seminar, dan webinar internal. Tugas yang dijalankan antara lain pendataan absensi peserta, persiapan konsumsi, serta dukungan teknis agar kegiatan berjalan lancar.
Melalui kegiatan ini, terlihat bagaimana koordinasi lintas divisi dan kerja tim sangat dibutuhkan, terutama saat menghadapi situasi yang dinamis dan berbatas waktu.

6. Terlibat Langsung dalam Proses Rekrutmen: Membantu Skoring Tes Psikologi, Absensi Panitia dan Peserta.
Salah satu pengalaman paling berharga selama magang adalah kesempatan terlibat dalam proses rekrutmen calon pegawai PT KAI, khususnya pada tahap skoring hasil tes. Proses ini dilakukan dengan pendampingan dan arahan langsung dari tim SDM.
Keterlibatan dalam skoring memberikan pemahaman nyata bahwa rekrutmen bukan sekadar administrasi, melainkan proses penting yang menuntut objektivitas, ketelitian, dan kepatuhan terhadap prosedur. Setiap hasil penilaian memiliki dampak terhadap keputusan seleksi dan masa depan peserta.
Dari proses ini, peran strategis SDM dalam menjaga kualitas sumber daya manusia perusahaan menjadi semakin terlihat.

7. Diklap dan Pelatihan: SDM sebagai Proses Pengembangan
Selain rekrutmen, dukungan juga diberikan dalam kegiatan Diklap (pendidikan dan pelatihan), termasuk pelatihan untuk Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) dan pelatihan entrepreneur bagi purnawirawan.
Kegiatan ini mencakup persiapan perlengkapan, pengaturan ruangan, pendampingan pelatihan, hingga dokumentasi. Dari sini terlihat bahwa fungsi SDM tidak berhenti pada penerimaan pegawai, tetapi juga pada pengembangan dan keberlanjutan kualitas manusia di dalam organisasi.

8. Menjadi Panitia Parade Livery HUT PT KAI ke-80
Momen paling berkesan selama magang adalah keterlibatan sebagai panitia dalam rangkaian perayaan HUT PT KAI ke-80, khususnya pada acara Parade Kereta Livery.
Sebagai panitia, tugas yang dijalankan meliputi persiapan teknis, koordinasi lapangan, pendampingan peserta, hingga memastikan alur acara berjalan tertib. Parade livery menjadi highlight karena menampilkan identitas, perjalanan, dan inovasi PT KAI dalam satu rangkaian acara yang meriah.
Melalui kegiatan ini, terlihat secara nyata pentingnya kerja tim, komunikasi, dan koordinasi dalam menyukseskan acara berskala besar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































