Garut, 23 Januari 2026 — Inovasi pembelajaran terus dihadirkan oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, guru MIS Ar-Raudhotun Nur, dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Kali ini, Insan memberikan tugas rumah yang dirancang secara mindful, joyful, dan meaningful kepada siswa kelas 3 dengan cara membuat sebuah produk sederhana yang dapat dijadikan permainan tradisional bernama rorodaan.
Pemberian tugas tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang bermakna. Melalui pembuatan rorodaan, siswa diajak untuk berpikir, merancang, dan menyelesaikan tugas secara mandiri, sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap proses dan hasil karya mereka sendiri.
Insan menjelaskan bahwa tugas rumah seharusnya tidak selalu identik dengan lembar kerja atau hafalan semata. Menurutnya, tugas yang baik adalah tugas yang mampu menghadirkan kesadaran belajar, kegembiraan, dan makna bagi kehidupan siswa. “Tugas ini saya rancang agar anak-anak belajar dengan penuh kesadaran, merasa senang saat mengerjakan, dan menemukan makna dari apa yang mereka buat. Rorodaan bukan hanya permainan, tetapi media pembelajaran karakter,” ujar Insan Faisal Ibrahim, S.Pd.

Rorodaan yang dibuat oleh para siswa berasal dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah. Dalam proses pembuatannya, siswa belajar mengatur waktu, meminta bantuan secara tepat, serta bertanggung jawab menyelesaikan tugas hingga tuntas. Nilai kemandirian dan tanggung jawab inilah yang menjadi tujuan utama dari penugasan tersebut.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat seluruh hasil karya rorodaan dibawa ke madrasah. Satu per satu siswa dengan bangga menunjukkan hasil buatan mereka. Di sela-sela waktu istirahat, halaman madrasah pun berubah menjadi ruang bermain yang hidup. Anak-anak bermain rorodaan bersama dengan wajah ceria, tawa lepas, dan semangat kebersamaan.

Suasana tersebut menghadirkan pemandangan yang sarat makna. Madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi juga menjelma sebagai rumah kedua yang nyaman, aman, dan menggembirakan bagi para siswa. Interaksi yang terbangun melalui permainan tradisional ini juga memperkuat nilai kebersamaan, sportivitas, dan saling menghargai. “Melihat anak-anak bermain dengan gembira sambil membawa hasil karyanya sendiri adalah kebahagiaan tersendiri. Di situ ada rasa bangga, ada kepercayaan diri, dan ada pengalaman belajar yang tidak akan mereka lupakan,” tambah Insan.
Melalui pendekatan pembelajaran seperti ini, Insan Faisal Ibrahim berharap siswa kelas 3 tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan mencintai budaya permainan tradisional. Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bermakna dapat hadir dari hal-hal dekat dengan kehidupan siswa, selama dirancang dengan niat dan kepedulian yang tulus.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































