TANGSEL – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ciputat di Kelurahan Cipayung tak lagi hanya berkutat pada pengaspalan jalan dan drainase, namun mulai mengarah pada penguatan pemberdayaan masyarakat serta penanganan persoalan sampah.
Hal tersebut disampaikan Lurah Cipayung, Dini Nurlianti usai pelaksanaan musrenbang.
Ia menjelaskan, total anggaran yang dibahas dalam musrenbang mencapai Rp3,14 miliar dan dibagi dengan komposisi 60:40. Porsi anggaran terbesar diarahkan untuk program penyelesaian masalah sampah dan pemberdayaan warga, sementara sisanya tetap dialokasikan untuk kebutuhan sarana dan prasarana.
“Ke depan orientasinya kita geser. Bukan hanya infrastruktur, tapi lebih ke pemberdayaan dan pengelolaan sampah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata Dini, pada Senin 26 Januari 2026.
Dini menerangkan, salah satu program yang menjadi prioritas adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong Flyover, Program ini diusulkan mendapat anggaran hingga Rp200 juta, lebih besar dibandingkan program pemberdayaan lain yang rata-rata dianggarkan Rp100 juta.
TBM Kolong, lanjut Dini, direncanakan dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan berbasis agrikultur perkotaan, dan tahap awal difokuskan pada sektor pertanian dengan konsep hidroponik yang memanfaatkan area di bawah kolong flyover.
“Pengembangannya bertahap. Kita mulai dari pertanian dulu, seperti hidroponik, sambil melihat potensi lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, pemilihan TBM Kolong sebagai prioritas didasari kondisi kolong flyover di sisi dekat Imputani yang dinilai masih kurang terawat.
Berbeda dengan sisi lainnya yang sudah tertata dan dimanfaatkan, area tersebut selama ini belum tersentuh program pemberdayaan.
“Selama ini usulan dari RW lebih banyak ke sarpras, sehingga TBM Kolong belum masuk prioritas. Akhirnya kita dorong agar TBM Kolong mengajukan secara independen,” ujarnya.
Selain TBM Kolong, lanjutnya lagi, usulan pemberdayaan juga datang dari kelompok tani, kelompok wanita tani, serta bank sampah.
Kemudian, untuk mendukung pengelolaan sampah, pihak kelurahan mengajukan bantuan mesin pencacah yang direncanakan masuk dalam skema anggaran F1, termasuk untuk bank sampah di RW 10 yang dinilai sudah berjalan dengan baik.
Di sisi lain, Dini mengakui, masih terdapat kendala dalam proses musrenbang, terutama terkait kamus usulan yang belum sepenuhnya sinkron dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)
Menurutnya, perbedaan nomenklatur kerap membuat usulan sulit di input meski dibutuhkan masyarakat.“Kendala paling sering ada di kamus usulan. Nama kegiatan yang diusulkan kadang tidak sama dengan yang ada di sistem,” ungkapnya.
Sementara untuk sektor infrastruktur, Dini menjelaskan, kebutuhan masih didominasi pengaspalan jalan, drainase, dan bedah rumah. Bahkan, sisa anggaran yang tersedia kembali dialokasikan untuk menambah program bedah rumah.
“Alhamdulillah, sisa anggaran masih bisa dimanfaatkan untuk bedah rumah,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”




































































