SAMPIT — Fatih Parsa Jabbar Wibowo, siswa kelas 7.2 SMP Negeri 1 Sampit, menjadi salah satu pelajar yang menunjukkan konsistensi dan dedikasi tinggi di bidang olahraga sepak bola usia dini. Sejak usia muda, Fatih telah aktif menekuni dunia sepak bola dan mengembangkan kemampuannya melalui berbagai pengalaman bertanding bersama tim-tim pembinaan yang dikenal di Kalimantan Tengah.
Fatih Parsa Jabbar Wibowo tercatat sebagai mantan pemain Isen Mulang serta mantan pemain Laskar Kalteng, dua tim yang berperan penting dalam pembinaan dan pengembangan bakat sepak bola anak dan remaja. Pengalaman bermain bersama kedua tim tersebut menjadi fondasi kuat dalam membentuk teknik bermain, pemahaman taktik, serta mental bertanding yang matang meski masih berada di jenjang sekolah menengah pertama.
Dalam perjalanan karier sepak bolanya, Fatih dikenal memiliki semangat juang tinggi, kedisiplinan latihan, serta etos kerja yang konsisten. Nilai-nilai tersebut menjadi modal utama yang membedakannya sebagai pemain muda yang tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Lingkungan kompetitif yang ia hadapi sejak dini turut membentuk karakter sportif dan tangguh di lapangan.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan diri, Fatih Parsa Jabbar Wibowo juga pernah mengikuti kompetisi Grassroot musim 2024/2025, sebuah ajang penting bagi pemain sepak bola usia dini untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang, serta mengukur kesiapan bermain di level yang lebih kompetitif. Partisipasi dalam turnamen Grassroot ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan sepak bola Fatih, sekaligus membuka wawasan tentang atmosfer pertandingan yang lebih menantang.
Prestasi dan keaktifan Fatih di bidang nonakademik mendapatkan apresiasi dari pihak SMP Negeri 1 Sampit. Sekolah menilai bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan olahraga seperti sepak bola merupakan bagian penting dari pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong Fatih Parsa Jabbar Wibowo untuk terus menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik.
Ke depan, Fatih diharapkan dapat terus mengembangkan potensi dan kemampuannya di dunia sepak bola, baik melalui latihan berkelanjutan maupun partisipasi dalam berbagai kompetisi usia dini. Perjalanan Fatih Parsa Jabbar Wibowo menjadi contoh bahwa pembinaan bakat sejak usia sekolah dapat menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih besar, sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk berani mengembangkan minat dan potensi yang dimiliki.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































