Bantul (MAN 4 Bantul) – Mengawali hari pertama Ramadhan 1447 H, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, menunjukkan keteladanan dengan menjadi imam dalam shalat dhuha berjamaah yang dilaksanakan di mushala madrasah pada Senin (23/02/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi dari kelas X, XI, dan XII, didampingi seluruh guru serta pegawai madrasah.
Shalat dhuha sebanyak empat rakaat ini berlangsung dengan khusyuk, menciptakan suasana religius yang hangat di awal bulan suci Ramadhan. Para siswa terlihat antusias mengikuti gerakan imam, sementara guru dan pegawai turut memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Syaefulani menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan ibadah sejak dini, terutama pada waktu-waktu yang dianjurkan dalam Islam. “Sebagai kepala madrasah, saya ingin menjadi contoh bagi seluruh civitas akademika. Shalat dhuha bukan hanya ibadah sunnah, tapi juga sarana menenangkan hati dan memohon keberkahan di bulan yang penuh rahmat ini. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan disiplin dan kecintaan siswa terhadap ibadah,” ujar Syaefulani.
Kegiatan ini menjadi salah satu program rutin MAN 4 Bantul untuk membangun karakter religius dan meningkatkan kualitas spiritual siswa. Para guru juga menilai momentum ini sangat tepat untuk mempererat hubungan antarwarga madrasah serta menegaskan komitmen madrasah dalam menanamkan nilai keislaman sejak dini.
Dengan kepemimpinan yang memberi teladan, MAN 4 Bantul memulai Ramadhan 1447 H dengan penuh semangat, ketenangan, dan kekhusyukan. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































