Bantul (MTsN 4 Bantul)– Mengawali pekan pertama Ramadan 1447 H, guru dan pegawai MTsN 4 Bantul mengikuti kegiatan pemantaban hafalan Al-Qur’an pada Senin (23/2). Kegiatan yang dilaksanakan usai salat Duhur di masjid madrasah ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas serta keteladanan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.
Kepala madrasah, Sugeng Muhari, sebelumnya telah menyampaikan pentingnya guru dan pegawai menjadi teladan dalam meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci.
Ketua Panitia Ramadan 1447 H MTsN 4 Bantul, Muhammad Fatkhurrahman, menjelaskan bahwa kegiatan pemantaban hafalan akan dilaksanakan secara terjadwal selama sepekan ke depan. Sistem yang diterapkan memungkinkan peserta menyetorkan hafalan sekaligus melakukan murojaah bersama.
Salah satu guru, Yuli Marhaeni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk memperbaiki kualitas bacaan dan hafalan. “Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an. Semoga kami dapat menjadi teladan bagi siswa dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” tuturnya.(yul)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































