Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan penyortiran benih lele di area Kolam SAE. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hasil budidaya perikanan sekaligus pembinaan produktif bagi warga binaan, Selasa 24/2.
Berlangsung di area kolam SAE, warga binaan dengan pendampingan petugas melakukan penyortiran benih lele berdasarkan ukuran dan kondisi fisik. Proses ini penting untuk memastikan pertumbuhan lele lebih merata serta meminimalisir risiko kanibalisme antar benih, sehingga hasil panen dapat lebih maksimal dan berkualitas.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang berorientasi pada kualitas dan hasil nyata. “Kami ingin memastikan setiap proses berjalan optimal, mulai dari pemilihan benih hingga masa panen. Penyortiran ini langkah penting untuk mencetak benih dan hasil budidaya yang unggul serta bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kalapas menyampaikan bahwa program budidaya lele ini juga mendukung implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibekali keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Salah satu warga binaan yang terlibat mengungkapkan rasa senangnya dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Kami jadi paham cara memilih benih yang baik dan bagaimana merawatnya agar cepat besar dan sehat. Ilmu ini sangat bermanfaat untuk bekal usaha setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Petugas pembinaan juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, mulai dari pengecekan kualitas air, kepadatan kolam, hingga teknik pemeliharaan. Dengan penyortiran yang intensif, diharapkan tingkat keberhasilan budidaya semakin meningkat dan produktivitas kolam SAE terus berkembang.
Melalui langkah ini, Lapas Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membentuk kedisiplinan, tetapi juga menciptakan keterampilan nyata dan produktif. Program budidaya lele di area Kolam SAE pun diharapkan menjadi salah satu unggulan dalam mendukung pembinaan yang berdampak dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































