Yogyakarta, 16 Februari 2026 — Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan Program Mubaligh Hijrah sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 H. Program ini resmi dimulai melalui kegiatan penerjunan peserta yang dilaksanakan bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) sebagai mitra pelaksana dakwah di lingkungan masyarakat.
Program Mubaligh Hijrah merupakan kegiatan pengabdian berbasis dakwah yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung dalam pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan ibadah Ramadhan, tetapi juga berperan aktif dalam mendampingi kegiatan masjid, memberikan edukasi keislaman, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di lingkungan masyarakat.
Pada pelaksanaan tahun 2026, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menerjunkan sebanyak 43 mahasiswa yang ditempatkan di berbagai masjid yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. Penempatan dilakukan secara merata guna mendukung aktivitas keagamaan masyarakat sekaligus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan umat selama bulan Ramadhan.
Kegiatan penerjunan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta mengikuti rangkaian agenda penerjunan selama kurang lebih 13 jam bersama pembimbing lapangan sebelum diberangkatkan menuju lokasi pengabdian masing-masing. Momentum ini menjadi awal komitmen mahasiswa untuk menjalankan peran sebagai mubaligh muda yang membawa semangat dakwah yang humanis, edukatif, dan berkemajuan.
Salah satu lokasi pengabdian Program Mubaligh Hijrah adalah Masjid Sulthonain Nitikan, Kota Yogyakarta, yang menerima empat mahasiswa sebagai peserta program. Peserta tersebut terdiri dari dua mahasiswa Program Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) dan dua mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa bertugas mendampingi kegiatan ibadah Ramadhan sekaligus membantu pelaksanaan program pembinaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan energi baru dalam memakmurkan masjid serta meningkatkan keterlibatan jamaah, khususnya anak-anak dan remaja masjid.
Rangkaian kegiatan Ramadhan di Masjid Sulthonain dimulai pada Selasa, 17 Februari 2026, melalui pelaksanaan Salat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an hari pertama yang berlangsung selama kurang lebih lima jam. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Mubaligh Hijrah bersama jamaah masjid, remaja masjid, serta masyarakat sekitar.
Suasana ibadah berlangsung dengan khusyuk dan penuh kebersamaan. Setelah salat tarawih berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti secara aktif oleh jamaah dari berbagai kalangan usia. Antusiasme masyarakat menunjukkan semangat tinggi dalam menyambut Ramadhan sekaligus menjadi awal terjalinnya hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan warga.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan pembelajaran bersama yang memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masjid.
Selama pelaksanaan Program Mubaligh Hijrah, mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan keagamaan dan edukatif, di antaranya pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), kajian keislaman, pembinaan remaja masjid, kegiatan literasi Al-Qur’an, serta edukasi kesehatan dan sosial bagi masyarakat.
Program-program tersebut dirancang untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, tetapi juga pembinaan karakter dan peningkatan pengetahuan keagamaan.
Melalui keterlibatan langsung mahasiswa, diharapkan terjadi transfer pengetahuan sekaligus penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Program Mubaligh Hijrah diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dakwah, kepemimpinan, komunikasi sosial, dan empati terhadap kebutuhan masyarakat.
Momentum Ramadhan menjadi kesempatan strategis untuk menanamkan nilai kebersamaan, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat peran generasi muda dalam memakmurkan masjid.
Dengan dimulainya penerjunan peserta serta pelaksanaan tarawih dan tadarus hari pertama, rangkaian kegiatan Program Mubaligh Hijrah UNISA Yogyakarta resmi berjalan dan akan terus dilaksanakan hingga akhir bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan edukatif yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































