SIARAN BERITA. Yogyakarta, 10 Maret 2026 — Generasi Anti Kekerasan Indonesia (GAK) bersama AMAN Indonesia (The Asian Muslim Action Network Indonesia) menyelenggarakan Youth Peace & Security (YPS) Forum Yogyakarta sebagai ruang dialog bagi pemuda untuk memperkuat peran mereka dalam menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan bebas dari kekerasan.
Forum yang diselenggarakan di Kolektif Coworking Space & Collaboraction, Yogyakarta, ini mempertemukan pelajar, mahasiswa, serta aktivis komunitas untuk mendiskusikan isu kekerasan berbasis gender dan peran pemuda dalam membangun perdamaian di tingkat lokal. Kegiatan ini diikuti sekitar 35 peserta pemuda dari berbagai latar belakang organisasi dan komunitas di Yogyakarta.
Agenda Youth, Peace and Security (YPS) sendiri merupakan inisiatif global yang diperkuat melalui United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 2250 tahun 2015, yang menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan perdamaian dan keamanan berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, pemuda tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang terdampak konflik atau kekerasan, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menciptakan perubahan sosial.
Dalam forum ini, tiga narasumber hadir untuk berbagi perspektif mengenai peran pemuda dalam membangun perdamaian, yaitu Ayu Erviana (Anggota KAMI Damai), Marelta Putri (Ketua Kemasyarakatan & Advokasi Srikandi UGM), serta Muhammad Fahry Azizurahman (CEO & Founder Generasi Anti Kekerasan Indonesia).
Muhammad Fahry Azizurahman menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda sangat penting dalam mendorong perubahan sosial, khususnya dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender.
“Pemuda memiliki energi, kreativitas, dan jejaring sosial yang kuat. Jika potensi ini diarahkan dengan baik, pemuda dapat menjadi penggerak utama dalam membangun budaya damai serta menciptakan ruang sosial yang aman dan inklusif,” ujarnya.
Melalui dialog interaktif dan Focus Group Discussion (FGD), para peserta juga diajak untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan kekerasan berbasis gender yang terjadi di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Hasil diskusi tersebut kemudian dirumuskan
menjadi rekomendasi bersama yang diharapkan dapat menjadi bahan advokasi bagi pemangku kepentingan di tingkat daerah.
Selain diskusi, kegiatan ini juga mendorong partisipasi pemuda dalam kampanye digital dengan tagar #PemudaDamaiJogjaAman sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pencegahan kekerasan dan pembangunan lingkungan sosial yang lebih aman dan inklusif.
Youth Peace & Security Forum Yogyakarta diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jaringan pemuda yang berkomitmen dalam agenda perdamaian, sekaligus mendorong kolaborasi antara komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah dalam menciptakan Yogyakarta yang lebih damai dan bebas dari kekerasan.
Tentang Generasi Anti Kekerasan Indonesia
Generasi Anti Kekerasan Indonesia merupakan komunitas orang muda yang berfokus pada isu pencegahan kekerasan, kesetaraan gender, dan pembangunan perdamaian melalui berbagai kegiatan edukasi, kampanye sosial, serta ruang dialog pemuda.
Dokumentasi:
https://drive.google.com/drive/folders/1NSP9JwuS8FiAmaIA5VJDNd8st1tzRTKZ?usp=shar ing
Nisrina
Chief Administration Officer Generasi Anti Kekerasan Indonesia
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































