MEDAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal hitungan hari, suasana di Pasar Petisah Medan justru belum menunjukkan tanda-tanda lonjakan pengunjung. Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ketika pasar tradisional ini biasanya dipadati warga yang berburu kebutuhan Lebaran.
Pantauan di lokasi pada siang hari memperlihatkan lorong-lorong pusat penjualan pakaian masih relatif lengang. Pengunjung memang terlihat datang dan pergi, namun jumlahnya belum cukup untuk menciptakan kepadatan seperti yang lazim terjadi menjelang Lebaran.
Deretan kios yang menjual busana Muslim, gamis, celana denim, hingga pakaian anak-anak tampak tertata rapi. Berbagai model terbaru sudah dipajang untuk menarik minat pembeli. Namun, tidak sedikit pedagang yang hanya duduk menunggu, berharap ada pelanggan yang singgah.
Bagi para pedagang, kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri. Hamdan, salah seorang pemilik kios pakaian di Pasar Petisah, mengaku penjualan tahun ini belum mengalami peningkatan signifikan, bahkan cenderung menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Biasanya seminggu sebelum Lebaran seperti ini kami sudah sangat sibuk, bahkan tidak sempat duduk karena pembeli datang terus. Tahun ini masih sepi, padahal stok barang sudah lengkap. Mungkin karena daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.
Menurutnya, situasi ekonomi yang dirasakan masyarakat turut memengaruhi pola konsumsi. Banyak pembeli kini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, terutama untuk kebutuhan sekunder seperti pakaian baru.
Selain faktor daya beli, perubahan pola belanja masyarakat juga disebut menjadi penyebab lain. Di tengah perkembangan teknologi, sebagian warga kini lebih memilih berbelanja secara online yang dianggap lebih praktis dan menawarkan banyak pilihan tanpa harus datang langsung ke pasar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasar tradisional seperti Pasar Petisah yang selama ini mengandalkan interaksi langsung antara penjual dan pembeli.
Tampak depan Pasar Petisah Medan yang menjadi salah satu pusat perbelanjaan tradisional di Kota Medan. Di sisi lain, Nurul, salah seorang pengunjung, mengaku terkejut melihat kondisi pasar yang tidak seramai biasanya.
“Saya kira sudah padat sekali, ternyata masih longgar. Jadi lebih enak pilih barang, tidak terburu-buru, dan bisa lebih leluasa menawar,” katanya.
Sepinya aktivitas di dalam pasar juga berdampak pada kondisi di luar kawasan. Arus lalu lintas di sekitar Pasar Petisah yang biasanya dipadati kendaraan menjelang Lebaran, kini terpantau lebih lancar dari biasanya.
Meski begitu, para pedagang masih menyimpan harapan. Mereka optimistis akan terjadi lonjakan pembeli pada hari-hari terakhir menjelang Idulfitri, terutama saat mendekati malam takbiran yang kerap menjadi puncak aktivitas belanja masyarakat.
“Biasanya orang Indonesia banyak yang belanja di menit terakhir. Jadi kami masih berharap ada peningkatan penjualan,” ujar Hamdan.
Dengan waktu yang semakin mendekati Hari Raya, para pedagang kini hanya bisa menunggu sambil terus menawarkan dagangannya. Bagi mereka, momen Lebaran bukan hanya soal tradisi, tetapi juga menjadi penentu utama keberlangsungan usaha di tengah persaingan dan perubahan pola belanja masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































