Desa Borimasunggu, 31 Juli 2025 — Salah satu kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tematik Inovasi Pengembangan Desa Gel. 114 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi yang bermanfaat melalui program pembuatan powerbank dan lampu emergency berbasis baterai charge di Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Program ini digagas oleh salah satu mahasiswa KKN dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, dengan dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan para warga desa. Kegiatan ini juga didampingi oleh dosen pembimbing kegiatan serta mendapat antusias tinggi dari warga.
Mahasiswa melakukan kegiatan pelatihan pembuatan powerbank dan lampu emergency, dengan memanfaatkan baterai isi ulang sebagai sumber utama energi. Sebelum melakukan pelatihan, mahasiswa menjelaskan pengantar mengenai baterai, contohnya seperti jenis-jenis baterai dan bahaya yang ditimbulkan ketika terjadi kesalahan dalam merangkai baterai. Setelah menjelaskan pengantar baterai, mahasiswa memaparkan fungsi komponen pendukung dalam merakit powerbank dan lampu emergency, seperti BMS, kabel serabut, indikator baterai, lampu LED, kabel USB, jepit buaya, volt meter, spot welding, baterai holder, jack DC jantan, jack DC betina, dan kawat nikelin pipih.
Program dimulai pada 29 Juli 2025, dan puncaknya berlangsung pada 31 Juli 2025. Pada periode 29 Juli 2025 – 30 Juli 2025, mahasiswa hanya melakukan pelatihan pembuatan powerbank dan lampu emergency tanpa mengundang warga, namun disaksikan oleh teman-teman posko Desa Borimasunggu. Hal ini bertujuan untuk mematangkan materi yang akan dipaparkan kepada warga. Kegiatan ini berlangsung di dua tempat, yaitu di posko KKN (29 Juli 2025 – 30 Juli 2025) dan Pos UKK Nelayan Tuppabiring, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros (31 Juli 2025).
Mahasiswa memilih program ini karena wilayah Borimasunggu termasuk wilayah yang sulit memperoleh air, terutama ketika musim kemarau. Seperti yang kita ketahui, air merupakan salah satu sumber energi pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia, dan Desa Borimasunggu salah satunya. Oleh karena itu, dengan merancang program ini, diharapkan dapat berguna bagi masyarakat desa. Selain itu, pertimbangan lain dalam memilih program ini adalah karena di desa ini akses terhadap alat penerangan darurat masih cukup terbatas. Inovasi ini bertujuan untuk menyediakan alternatif penerangan dan sumber daya cadangan, terutama saat listrik padam atau ketika masyarakat ingin melakukan aktivitas lain, contohnya seperti menangkap ikan di laut.