Cipicung, 1 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 29 Universitas Bina Bangsa mengambil langkah proaktif dalam mendukung ekonomi kreatif lokal. Mereka berfokus pada peningkatan nilai jual produk kue balok dari pelaku UMKM di Desa Cipicung, tepatnya di Kampung Gonggong melalui serangkaian program inovatif. Kegiatan ini mencakup inovasi rasa, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), desain logo produk, hingga pembuatan banner promosi yang menarik.
Penanggung Jawab bidang UMKM Kelompok KKM 29, Selpi Soliselawati dari Prodi Manajemen, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari potensi besar jajanan kue balok yang sudah dikenal masyarakat luas. “Kami melihat kue balok memiliki pasar yang loyal, namun perlu sentuhan inovasi agar dapat bersaing lebih luas dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM,” ujarnya.
Langkah pertama yang dilakukan adalah inovasi rasa. Mahasiswa KKM bersama pelaku UMKM kue balok mengembangkan varian rasa baru yang lebih kekinian dan menarik minat konsumen muda, tanpa menghilangkan cita rasa otentik kue balok. Dari diskusi dan uji coba, beberapa varian rasa unik telah berhasil diciptakan dan mendapatkan respons positif.
Variasi rasa yang berhasil diinovasikan yaitu kue balok dengan rasa pedas, cokelat, stroberi, dan cokelat stroberi.

Tidak hanya dari sisi produk, aspek legalitas dan pemasaran juga menjadi perhatian utama. Mahasiswa KKM Kelompok 29 aktif mendampingi UMKM kue balok untuk mendaftarkan produk mereka ke HAKI. “Pendaftaran HAKI ini sangat krusial untuk melindungi merek dan inovasi rasa yang telah dikembangkan, memberikan rasa aman bagi pelaku UMKM, serta meningkatkan kredibilitas produk di mata konsumen,” jelas Ramdani Saputra, Ketua KKM Kelompok 29. Proses ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan bisnis kue balok ke depannya.
Selain itu, untuk memperkuat identitas produk dan daya tarik visual, tim KKM juga berkolaborasi dengan pelaku UMKM dalam mendesain logo produk yang modern dan representatif. Logo baru ini kemudian diaplikasikan pada banner promosi yang dicetak dan diserahkan kepada para penjual kue balok. Banner ini dirancang untuk menarik perhatian pembeli dan memberikan informasi produk secara jelas.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga membangun kesadaran para pelaku UMKM akan pentingnya inovasi, legalitas, dan strategi pemasaran yang efektif. Diharapkan, kue balok lokal dari Desa Cipicung dapat semakin dikenal luas dan menjadi ikon kuliner yang membanggakan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































