Di lautan, setiap perjalanan adalah kisah tentang keberanian, ketangguhan, dan harapan untuk kembali pulang dengan selamat. Para pelaut, awak kapal, dan pekerja maritim adalah pahlawan yang menjaga rantai logistik dunia tetap bergerak. Namun, di balik ombak dan cakrawala biru, selalu ada satu pesan sederhana yang tidak boleh dilupakan: keselamatan adalah prioritas utama.
Keselamatan Bukan Sekadar Prosedur.
Banyak orang menganggap prosedur keselamatan hanya sebagai formalitas: mengenakan jaket pelampung, mengikuti latihan kebakaran, atau memeriksa alat pemadam. Padahal, setiap aturan dibuat karena pengalaman nyata di lapangan. Kecelakaan di laut sering kali bukan hanya akibat cuaca buruk, tetapi juga kelalaian kecil—seperti lupa mengikat peralatan, mengabaikan peringatan mesin, atau menunda pemeriksaan rutin. Satu kesalahan bisa berujung pada tragedi yang tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga merenggut nyawa.
Keluarga Selalu Menanti.
Di setiap keberangkatan, ada orang-orang yang menunggu dengan penuh harap: pasangan, anak-anak, orang tua, atau sahabat yang berdoa agar pelaut kembali dalam keadaan sehat. Ketika seseorang menyepelekan keselamatan, ia bukan hanya mempertaruhkan dirinya sendiri, tetapi juga kebahagiaan orang-orang yang mencintainya. Mengutamakan Safety First berarti menjaga janji untuk pulang, demi senyum hangat yang menanti di pelabuhan.
Budaya “Safety First” di Atas Kapal.
Keselamatan tidak bisa bergantung pada satu orang saja. Setiap kru memiliki tanggung jawab:
Memeriksa peralatan secara rutin: dari sekoci penyelamat hingga alat komunikasi darurat.
Mengikuti pelatihan dan drill: kebakaran, kebocoran, atau evakuasi harus dihafal seperti insting.
Melapor tanpa ragu: setiap potensi bahaya, sekecil apa pun, harus segera diinformasikan.
Budaya ini harus ditanamkan sejak awal pelayaran, bukan hanya saat inspeksi atau ketika kecelakaan sudah terjadi.
Pulang dengan Selamat Adalah Kemenangan Terbesar.
Setiap perjalanan laut selalu menyimpan risiko. Tetapi dengan disiplin, kepedulian, dan kerja sama, risiko itu bisa ditekan. Ingatlah bahwa gaji, pengalaman, dan petualangan tidak akan berarti tanpa keselamatan. Keselamatan adalah tiket pulang yang paling berharga.
Penutup.
Laut akan selalu memanggil para pelaut untuk berlayar, namun keluarga selalu memanggil untuk kembali. Maka, sebelum melepas tali tambat, sebelum mesin dihidupkan, dan sebelum layar terbentang, tanamkan satu pesan di hati:
Don’t Forget Safety First – Ingat, Ada Keluarga Menunggu di Rumah.
Salam hormat Penulis :
Pong Ciung
Wija To Luwu
Salama Ki To Pada Salama
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































