Guru Kreatif Gunakan Boneka sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Pancasila di MIS Ar-Raudhotun Nur
Garut, 10 November 2025 – Inovasi pembelajaran terus dikembangkan oleh para pendidik di MIS Ar-Raudhotun Nur. Salah satu contoh inspiratif datang dari Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, guru sekaligus wali kelas III, yang berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan menggunakan boneka sebagai media pembelajaran. Dalam kegiatan kali ini, beliau mengajarkan materi Pendidikan Pancasila dengan topik “Aku Patuh Aturan” secara kreatif dan interaktif.
Media boneka yang digunakan bukan sekadar alat bantu visual, melainkan sarana untuk menyampaikan nilai moral dan karakter kepada siswa. Melalui peran boneka yang lucu dan menggemaskan, siswa diajak memahami pentingnya menaati aturan di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Boneka tersebut seolah menjadi “teman belajar” yang membantu siswa menyelami makna kepatuhan dengan cara yang sederhana namun membekas. “Boneka ini bukan hanya alat bermain, tapi juga jembatan komunikasi antara guru dan siswa. Anak-anak lebih mudah memahami pesan moral jika disampaikan melalui sesuatu yang mereka sukai,” ujar Bapak Insan dengan penuh semangat.

Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas tampak sangat hidup dan riuh oleh tawa siswa. Beberapa siswa bahkan berani tampil di depan kelas, memainkan peran boneka dengan improvisasi mereka sendiri. Mereka berbicara dan berinteraksi seolah-olah boneka itu benar-benar hidup. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berjalan sangat efektif, karena anak-anak terlibat aktif secara emosional dan intelektual. Selain meningkatkan pemahaman terhadap materi, metode ini juga mengasah kemampuan berbicara, kerja sama, serta rasa percaya diri siswa. Bapak Insan menegaskan bahwa pendidikan karakter seperti kepatuhan terhadap aturan harus ditanamkan sejak dini melalui pengalaman yang menyenangkan. “Kalau anak-anak hanya diberi ceramah, mereka cepat bosan. Tapi kalau mereka merasakan sendiri bagaimana rasanya taat aturan lewat peran boneka, mereka akan lebih mudah mengingat dan menerapkannya,” jelasnya.
Pihak madrasah memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang dilakukan oleh Bapak Insan. Kepala MIS Ar-Raudhotun Nur menilai bahwa kreativitas guru sangat berperan penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Media boneka dinilai sangat sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar yang masih berada pada tahap berpikir konkret dan suka berimajinasi. Lebih dari sekadar alat bantu, boneka tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, seperti disiplin, tanggung jawab, dan menghargai aturan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga belajar untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata, baik di sekolah maupun di rumah.

Banyak siswa mengaku senang dengan cara mengajar Bapak Insan. Salah satu siswa bernama Kanaya Latifah Effendi mengatakan, “Belajar sama Pak Insan seru sekali! Bonekanya lucu, dan aku jadi tahu kenapa kita harus patuh aturan.” Respons positif dari siswa seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran yang kreatif mampu menumbuhkan semangat belajar serta membentuk karakter positif pada anak-anak. Bapak Insan berharap bahwa pendekatan yang ia lakukan dapat menginspirasi guru-guru lain untuk terus berinovasi. “Setiap guru punya potensi kreatif yang bisa dikembangkan. Yang penting kita mau mencoba dan melihat dunia belajar dari sudut pandang anak-anak,” ujarnya.
Melalui pembelajaran dengan media boneka ini, MIS Ar-Raudhotun Nur menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan yang berkarakter, humanis, dan menyenangkan. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada papan tulis dan buku, tetapi berkembang menjadi pengalaman nyata yang menggugah rasa ingin tahu, empati, dan tanggung jawab sosial siswa. Inovasi sederhana seperti ini membuktikan bahwa guru memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan positif di dunia pendidikan. Dengan ketulusan dan kreativitasnya, Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menjadi contoh nyata bahwa mendidik bukan hanya soal mengajar, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai luhur melalui pengalaman yang berkesan bagi peserta didik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































