Keselamatan bukan lagi sekadar anjuran, melainkan kebutuhan yang mendesak di tengah perubahan sosial yang kian cepat dan tak terduga. Dinamika masyarakat modern menuntut setiap individu untuk memiliki kesadaran, kemampuan, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai bentuk risiko—termasuk situasi darurat yang muncul secara tiba-tiba, seperti konflik sosial atau huru-hara.
Kesadaran itu pula yang mendorong mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2022, untuk menyelenggarakan Seminar Pengembangan Profesi K3 bertema “BASE: Building Community Safety through Preparedness Intention in Social Conflict.”
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 18 November 2025, sebagai bagian dari penerapan kompetensi mahasiswa dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja yang berorientasi pada isu-isu aktual di masyarakat.
Seminar BASE dirancang tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga wadah reflektif bagi peserta untuk memahami arti penting safety preparedness dalam konteks sosial yang lebih luas. Kesiapsiagaan tidak hanya diterjemahkan sebagai kemampuan bertahan saat bekerja di lingkungan berisiko, tetapi juga sebagai sikap sadar dan responsif terhadap bahaya di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan menghadirkan para ahli lintas bidang yang memberikan sudut pandang berbeda tentang bagaimana masyarakat dapat membangun budaya aman dalam menghadapi potensi kericuhan.
Sebagai keynote speaker, dr. Winarto, MARS, Kepala Pusat Krisisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, membuka seminar dengan paparan strategis mengenai pentingnya kesiapsiagaan komunitas dalam mengurangi dampak risiko sosial.
Selanjutnya, Ns. Eni Nur’aini Agustini, S.Kep., M.Sc., Ph.D., dosen Keperawatan UIN Jakarta, mengulas keterkaitan antara faktor psikologis, sosial, dan niat perlindungan diri saat terjadi huru-hara. Perspektif ini menyoroti bahwa kesiapan mental dan sosial menjadi fondasi penting sebelum berbicara tentang perlindungan fisik.
Materi kedua disampaikan oleh Ujang Dede Lasmana, SKM., M.Kes., M.Si., Ketua Dewan Pakar MDMC Kota Tangerang Selatan, yang menekankan pentingnya kemampuan melakukan pertolongan pertama pada diri sendiri di tengah situasi ricuh. Pesannya sederhana namun bermakna: keselamatan dimulai dari diri sendiri, bukan dari siapa yang datang menolong.
Menutup sesi pemaparan, Panji Arum Bismantoko, ST., MM., Operation Safety, Security & Quality Division Head PT MRT Jakarta, berbagi pengalaman dan teknik tentang evakuasi serta manajemen risiko pribadi saat kekacauan terjadi. Materi ini menegaskan bahwa keselamatan adalah hasil dari kesadaran yang dilatih secara konsisten, bukan hanya teori yang dipelajari.
Acara dipandu oleh Meliana Sari, SKM., MKM., dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta, dengan antusiasme peserta yang tinggi hingga melampaui target panitia. Dukungan dari mitra seperti Garuda QHSE (Quality Health Safety Environment), SNCR LAB, dan SNEK KITA turut memperkuat penyelenggaraan kegiatan ini sebagai kolaborasi nyata antara akademisi dan praktisi.
Dalam pernyataan penutupnya, ketua pelaksana menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya kesadaran kolektif tentang pentingnya kesiapsiagaan di setiap lini kehidupan. Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dorongan untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan dalam kebiasaan sehari-hari—baik di lingkungan sosial, akademik, maupun profesional.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan acara, mulai dari para narasumber, moderator, dosen pembimbing, sponsor, hingga peserta yang hadir dengan antusiasme tinggi.
Setiap langkah kecil, termasuk mengikuti seminar seperti ini, menjadi pondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi segala bentuk risiko dengan semangat safety preparedness. Karena pada akhirnya, keselamatan bukan sekadar teori—melainkan gaya hidup yang perlu dijaga bersama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































