Program Amanah Wujudkan Madrasah Bersih dan Berkarakter Di MIS Al-Musthofa
Garut, 13 November 2025 – Dalam upaya menanamkan nilai keimanan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan, MIS Al-Musthofa meluncurkan sebuah program istimewa bernama “AMANAH”, singkatan dari Anak Madrasah Cinta Kebersihan dan Keindahan Sekolah. Program ini digagas oleh salah satu guru kreatif dan inspiratif, Ibu Hefi Ferawati, S.Pd, yang dikenal aktif dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif dan penuh makna bagi peserta didiknya.
Melalui program AMANAH, Ibu Hefi bertekad menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari akhlak mulia yang mencerminkan keimanan seorang muslim. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa kebersihan itu tidak hanya untuk dilihat indah, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Bila lingkungan bersih, hati pun menjadi tenang, dan belajar terasa lebih bermakna,” tutur Ibu Hefi dengan penuh semangat saat ditemui di sela kegiatan Jumat Bersih.
Kegiatan dalam program AMANAH dilaksanakan secara rutin dan melibatkan seluruh warga madrasah. Setiap pagi, siswa melaksanakan piket kebersihan secara bergiliran di bawah bimbingan guru kelas. Setiap Jumat, mereka bersama guru dan tenaga kependidikan mengikuti Aksi Jumat Bersih untuk menjaga seluruh area madrasah tetap rapi dan nyaman. Suasana kebersamaan dan gotong royong selalu terasa dalam kegiatan tersebut.
Selain menjaga kebersihan, program ini juga menanamkan nilai estetika dengan cara menanam tanaman hias di setiap kelas. Tanaman-tanaman tersebut dirawat oleh para siswa secara bergiliran. Melalui kegiatan sederhana ini, mereka belajar arti tanggung jawab, ketekunan, dan cinta terhadap lingkungan. “Kami ingin membiasakan siswa mencintai lingkungan sejak dini. Dengan menanam dan merawat tanaman, mereka belajar tentang kehidupan, kesabaran, serta bagaimana alam perlu dijaga, bukan dieksploitasi,” ujar Ibu Hefi.

Tidak berhenti di situ, program AMANAH juga mengajarkan nilai kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti kardus, botol plastik, dan sedotan. Barang-barang tersebut diolah kembali menjadi pot bunga, hiasan kelas, dan media edukatif lainnya. “Benda yang sering dianggap sampah sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika kita berpikir kreatif. Anak-anak saya ajak membuat karya dari bahan bekas agar mereka belajar menghargai setiap ciptaan Allah, sekecil apa pun itu,” tambahnya.
Kepala Madrasah, Ibu Neti Maryati, S.Pd.I, sangat mengapresiasi gagasan dan kerja keras Ibu Hefi dalam menjalankan program AMANAH. Beliau menilai bahwa program ini bukan hanya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih dan indah, tetapi juga menumbuhkan karakter religius dan disiplin pada diri siswa. “Ibu Hefi adalah guru yang selalu berinovasi dan berkomitmen tinggi dalam mendidik. Melalui program AMANAH, beliau berhasil menanamkan nilai keimanan, tanggung jawab, dan cinta lingkungan kepada para siswa dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima,” ujar Ibu Neti dengan penuh rasa bangga.
Program AMANAH sejalan dengan nilai-nilai Panca Cinta yang menjadi dasar pembentukan karakter siswa di MIS Al-Musthofa. Nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tercermin dari ajaran bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Cinta terhadap diri sendiri ditunjukkan melalui kebiasaan menjaga kesehatan. Cinta kepada sesama tumbuh melalui kerja sama dalam piket kebersihan. Cinta terhadap lingkungan diwujudkan dengan menanam tanaman dan memanfaatkan barang bekas, sementara cinta terhadap tanah air terlihat dari usaha menjaga madrasah agar menjadi tempat belajar yang nyaman dan membanggakan.
Kini, suasana madrasah tampak semakin bersih, hijau, dan penuh keceriaan. Para siswa tampak senang berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan tanpa merasa terbebani. Mereka belajar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas yang diberikan guru. Melalui program AMANAH, MIS Al-Musthofa menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan akhlak mulia. Kebersihan dan keindahan lingkungan madrasah menjadi cermin dari hati yang bersih dan pikiran yang jernih. Dari lingkungan yang bersih akan lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Sebagaimana cita-cita besar pendidikan Islam yang sesungguhnya. “Madrasah yang bersih melahirkan hati yang suci. Dari hati yang suci akan tumbuh anak-anak yang bersemangat belajar dan mencintai kebaikan,” tutup Ibu Hefi dengan senyum penuh keyakinan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































